Tag

, ,

486w.

.

Aku daki. Aku tinggal di lokasi yang sangat subur. Pegunungan dapat kau lihat sepanjang mata memandang. Hutan dan lembah pun bukan barang aneh lagi. Mereka tumbuh bersamaku. Semakin tua usiaku, semakin tua pula mereka.

Dulu, ketika aku kecil, tempat tinggalku gersang. Tapi dingin. Semakin bertambah usia kami (aku dan tempat tinggalku), semakin panas iklim. Katanya, itu tandanya dunia hampir kiamat. Hampir tamat.

Jika dunia kiamat, apa yang akan terjadi padaku? Apa? Bagaimana? Ah, ngeri sekali aku membayangkannya.

Apalagi kiamat, dunia gonjang-ganjing saja, bagi kaum kami, sudah sangat mengerikan. Terlepas dari tempat kami tinggal yang sangat subur, sesungguhnya banyak bencana yang mengintai. Sering kali berupa air bah atau hujan yang sangat lebat, sangat banyak sampai menggelontorkan. Banyak dari kami berguguran saat hujan menyerang. Kami sampai menyebutnya sebagai Serangan Negara Air.

Namun bukan hanya itu, ada pula Serangan Langit. Saat itu terjadi, longsor besar meratakan kami dengan tanah. Longsoran itu biasanya dibarengi dengan datangnya gundukan besar dari langit yang membuat kami terpenyet. Tak ada daya kami menghindari yang demikian itu. Saat semua berakhir, kami seolah baru saja dibinasakan.

Masih ada lagi Serangan Makhluk Licin Berbusa. Makhluk itu sangat menyeramkan. Dia membuat kami luruh. Kami sangat gagah ketika tubuh kami semakin hitam dan tebal, namun makhluk itu membuat kami licin dan semakin putih! Jika terkena serangannya, parahnya terasa dua kali lipat. Sebab, selain sebentar lagi kau akan meluruh, kau juga terkena penyakit keputihan! Tubuhmu semakin memutih! Bayangkan betapa memalukan dan mengenaskannya itu!

Intinya, dunia ini penuh hal berbahaya, Kawan. Aku mendengar, di mana pun lokasi kami tinggal, kami tak pernah luput dari berbagai bencana. Kami bangsa tangguh, tak pernah habis oleh kemalangan, namun kami juga berjuang ekstra, super, luar biasa keras. Aku sendiri pernah mendengar bahwa di daerah Punggung, Leher, Ketiak dan Selangkangan, mereka tidak terlalu terekspos oleh bencana seperti di daerahku, yaitu Lipatan Perut. Namun beberapa Duta kami melaporkan bahwa meski tak terekspos, di daerah itu, ketika bencana datang, intensitasnya bisa dua kali lipat di daerahku. Terutama saat terjadi Serangan Langit dan Serangan Makhluk Licin Berbusa. Membayangkannya saja aku sudah bergidik.

Saat ini, daerah kami sedang dilanda hujan besar. Bukannya tidak pernah, tapi hujan seperti ini jarang kami alami. Hujan ini tajam-tajam dan jatuh menyeluruh ke permukaan tanah kami. Hujan semacam ini, menurut mitos para leluhur sering kali hadir bersama Serangan Langit. Makhluk raksasa berbentuk gundukan bisa saja datang sekonyong-konyong untuk menggosok kami sampai habis berguguran. Kami sedang menantinya sekarang.

Mental kami sudah siap sejak kami merasakan hujan tajam ini masih kecil, sampai sekarang sudah sangat deras.

Astaga, aku melihatnya! Aku melihat sekelebatan gundukan melayang di langit! Ini darurat. Aku harus segera mengabari pasukan kami!

Kawan, aku ingin melanjutkan ceritaku, namun kali ini situasi sedang sangat genting bagi kami. Jadi, sudah dulu, ya. Di bawah hujan yang terus deras ini, kuucapkan janji semoga lain kali kita bisa bersua lagi. Saat itu, akan kuceritakan banyak hal yang belum kau dengar hari ini.

Sudah, ya, Kawan. Sampai jumpa!

.

.kkeut.

 

Iklan