Tag

, , ,

200w.

.

Angkat sedikit kepalamu. Sedikit saja. Yep, begitu. Tepat begitu.

Oh, matamu sangat lebar, apa kau tahu itu? Aku tidak bisa menahan diri untuk berpikir bahwa mereka sangat indah.

Apa menurutmu hari ini indah? Sinar matahari di permukaan wajahmu ini … Tunggu, jangan bergerak! Aku butuh—mm, ya, ya, tepat seperti ini. Aku butuh merangkum wajahmu di antara kedua tanganku tepat seperti ini.

Ya, tolong angkat wajahmu sedikit agar …

Cup.

Nah, sudah. Aku sudah mengecup bibirmu.

Selamat menikmati hari yang indah, Sayang.

*

Apa?

Apa ada sesuatu di wajahku?

Hei, kenapa kau terus menatapku?

Oh ya ampun, pasti bekas mie rebus tadi, ya? Ada sesuatu terselip di antara gigiku?

Ah, sebal. Sinar mataharinya terlalu kuat. Silau.

Kau kenapa, sih? Senyum-senyum lebar sendiri begitu? Lucu? Ada sisa makanan di gigiku dan kau pikir itu lucu? Lihat saja, kau tak akan kubuatkan makan malam. Lihat saja nant—eh, apa yang kau lakukan?

Hei, kenapa kau memegangi wajahku?

Eng, Sayang? Kau sadar wajahmu sedang mendekati wajahku, kan? Terlalu dekat, Sayang. Bisa saja ada orang lewat yang melihat!

Cup.

Oh, hebat! Sekarang aku ingin kau cium aku sepenuhnya daripada cuma kecupan!

Dasar kau memang tidak bisa membiarkanku menikmati hari dengan tenang, ya?!

.

.kkeut.

Iklan