Aku izin bertanya

 

Kala kau menghadapinya,

Mulutnya penuh dengan tanya

Matanya sibuk dengan rancangan gila

Tangannya bergetar menahan gairah

Apa kau bertanya-tanya tentangmu yang sudah gila karena kau anggap dia inspirasi gairah?

 

Tanya lagi

 

Kala kau bertemu pikirnya,

Ide yang satu meloncat lucu

Ide yang dua mengagumkan!

Ide yang tiga membuat cintamu jatuh

Apa kau penasaran akan pikirnya yang berloncatan mengagumkan namun tetap menjatuhkan cintamu?

 

Masih pertanyaan

 

Kala dia mengejekmu

Mencibiri kebanggaanmu

Mengajakmu tersenyum pada pahit hidup

Apa kau ikut mengejek banggamu dan melihat pahit sebagai gula-gula hidup?

 

Apa kemudian kau sadar dia tak ada?

Apa kau tahu dia tak tahu?

Apa kau pikir ikatanmu padanya hanya milikmu?

Apa kau memulai lagi pe de ka te dengan kata?

Apa kau lalu menjalin mereka dalam bunga rampai resah?

Apa kau pada akhirnya meniduri luka, rindu, ingin, pedih dan sesak di akhir malam?

 

Tanpa segenggam langkah nyata mendekat padanya

Tanpa menambah aksi pada perhatian

Tanpa berani menyebut namanya

Tanpa bersedia melebihkan harap dalam jiwa

 

Apakah demikian itu?

 

Kau sangat menyedihkan

 

Dan dia lebih dari menyedihkan

Terlalu sibuk pura-pura bertanya

Dalam asa penantian tak ada ujungnya

 

.kkeut.

Iklan