Tag

Ketukan gitar dan petikannya bertingkah. Lincah rasanya terdengar di telinga. Aku ingin bangun, menuju ke tengah ruangan lalu berdansa. Aku ingin bangun, menuju ke tengah ruangan, berdansa, bersama seseorang. Aku ingin bangun, menuju ke tengah ruangan, berdansa bersama seseorang, dan merasakan bahunya menopang daguku yang ingin bermalasan.

Mungkin lengannya melingkari pinggangku. Mungkin hanya bertengger di sana tanpa rasa posesif yang terlalu.

Aku ingin diposesif-in, kau tahu? Bisakah kau tahu–paham–apa maksudku? Rasa dimiliki, rasa hanya diperhakkan oleh seseorang.

Apa ‘diperhakkan’ adalah sebuah kata?

Entahlah. Ingin peduli tapi tak bisa.

Bau kopi yang ramah di sekitarku ini luar biasa. Aku ingin berdansa, menyentuh pipinya, merasakan jenggotnya yang masih imut-imut di atas permukaan kulit yang lembab.

Lalu di luar, hujan turun.

Aku ingin begitu.

.

.kkeut.

 

Iklan