Tag

,

168w. Siapa bilang dia satu-satunya raja di hatimu? Ever? Siapa lelaki yang akan kau kejar-kejar seandainya pun dia cacat dan tak bisa menafkahimu?

.

“Aku tidak mengerti,” Serafim berkata. “Ini salah satu foto terbaiknya. Kenapa kau bisa membencinya di foto ini.”

Ma hanya melirik sahabatnya, hanya punya sedikit sekali niat menjawab.

“Dan sekarang aku merasa kau membenciku karena membela fotonya.” Serafim menghujamkan pandangan ke muka Ma.

Ma memutar mata. Serafim dan sifat mendramatisirnya.

“Siapa yang bilang dia manusia paling sempurna? Siapa yang bilang dia lelaki dan sisanya yang punya titit cuman kw? Kecuali Yunhoku. Awas kau berani menganggapnya begitu; bahkan aku berani taruhan punyanya lebih besar dari Changminmu.” Serafim masih merepet. Ma menepuk kepalanya. Serafim mengaduh.

“Siapa bilang dia satu-satunya raja di hatimu? Ever? Siapa lelaki yang akan kau kejar-kejar seandainya pun dia cacat dan tak bisa menafkahimu?” Aduhan Serafim tidak pernah berarti dia berhenti bicara.

“Siapa—“

“Aku!” Ma meledak. “Aku yang mengatakannya. Kenapa? Hah?! Aku mengatakannya dan kubilang semua itu bisa gugur saat aku melihat foto ini!”

“Makanya… K.E.N.A.P.A??”

“Aku benci alisnya! Sementara setiap hari aku bersusah payah di depan kaca, lihat dia! Dasar lelaki pencuri kesempatan perempuan!”

.

mayx04

.kkeut.

Iklan