Tag

, ,

211w. seperti cinta, tak mungkin dibendung.

.

Bisikan itu telah mencapai tepi pantai. Saatnya telah tiba. Akhirnya tahun ini mereka semua akan melakukannya lagi. Bersama mereka kuat dan mereka tahu, dorongan penuh mereka dapatkan dari para tetua di jarak yang tak terpandang di tengah laut sana.

“Datang! Datang!” seruan-seruan penuh antisipasi lebih terdengar seperti bisikan lembut nan menguatkan.

“Akhirnya!” sambuat seseruan itu lebih dari sekedar lega.

“Datang! Datang!” seseruan yang lebih kuat terdengar.

“Pelan-pelan!” suara berwibawa datang dari antara kerumunan. “Kita hendak melakukannya dengan tenang. Tanpa kerusuhan. Jika tidak terpaksa, jangan menyerang!” komando itu jelas dan tegas. Semua tidak ingin memilih selain mematuhinya. Gerakan ini akan dilakukan dengan tenang.

Dari garis depan terdengar pekikan, “SAMPAAAH!!!”

Suara yang lebih menggelegar menyahut dari belakang. “ANGKAAT!!!”

Dan sampah itu pun diangkat. Ditakdirkan untuk tak berdaya, sampah-sampah berkasak-kusuk lemah. Tak ada yang bisa melawan kami saat ini. Inilah waktunya, ketika kami bersatu, ketika kuasa diberikan pada kami, ketika yang lain hanya bisa menerima.

“BENTENG TANGGUL!!!”

“DESAK!!!”

“LORONG!”

“MENYEBAR! BERI RUANG UNTUK YANG AKAN DATANG!”

Dan kami melakukannya. Bersemangat, kami terus mencari celah, beruaya hingga pada ruang-ruang tak tergapai. Mengisi apa yang tersekat.

Kami datang. Kami datang.

.

Berita malam:

Banjir di Jakarta tahun ini sangat parah. Kemacetan parah terjadi di ruas-ruas jalan utama karena ketinggian air yang menyebabkan kendaraan tidak dapat melaju.”

.

.kkeut.

Iklan