Tag

, , , ,

Word count: 146w

http://wp.me/p1rQNR-iR

(pic source: Flickr)

…/

Lidahmu tak henti menjilatnya. Kau terbenam dalam nafsu. Kau menguasainya, merengkuhnya dalam pelukan. Dia tak berdaya ketika dengan gagahnya kau melumatnya. Rintihannya tak kau hiraukan. Kau menguasai dirinya, bahkan menghisap habis oksigennya. Terdengar suara retasan darinya—ada yang patah—ketika kau menyodokkan tubuhmu keras-keras di dalamnya. Angin seolah menyuarakan bisikanmu bahwa tak akan ada yang menang melawanmu, kaulah yang berkuasa. Desisanmu di pusat tubuhnya menegaskan itu. Kau akan menguasainya, membuatnya leleh dengan tubuhmu sendiri.

Lalu Ibu Bumi menyadari apa yang kau lakukan dan dia berseru marah, “Api! Hentikan menyiksa adikmu! Ibu masih membutuhkannya untuk membantu memproduksi oksigen! Hentikan atau ibu panggilkan Paman Hujan untuk menghukummu!

Hutan tersengal merintih saat akhirnya kau meredakan nafsumu sedikit demi sedikit. Kau agak takut pada Ibu, namun kau memandang lekat Hutan, memastikannya tahu kau masih berniat menggagahinya ketika Ibu Bumi tidak melihat.

Dan Angin menyembunyikan tawanya sambil mengalihkan perhatian Paman Hujan.

/…

Iklan