Tag

, ,

Word count: 128w

http://wp.me/p1rQNR-je

…/

Kering kerontang. Seluruh pori tubuhku terpampang jelas. Aku jelek sekali. Tinggal rangka.

Kejam, semua ini kejam sekali untukku. Aku yang dibiarkan sendiri. Aku yang terlantar. Aku bahkan tak ingat kapan aku bisa bernafas dengan lega.

Sebab kau tak ada, tak pernah ada.

Aku tak mengerti mengapa yang lain bisa bahagia sementara aku tertinggal di sini, dikelilingi kesuraman yang merajalela. Mengapa aku bahkan berada di sini? Aku tak pernah mengerti mengapa begini.

Tanpamu, tanpamu, tanpamu. Aku tak bernafas, aku tak berkembang, aku tak bisa jadi cantik.

Ini kata terakhirku, aku hampir mati. Tapi itu pun kau tak akan mendengarnya kan?

Karena lelamun ini menghalangimu dariku. Karena lumpur sedimen ini menyumbat poriku. Karena algaeku tak bisa berfotosintesis.

Terabaikan oleh sinar matahari, pada akhirnya aku hanya terumbu sekarat di tepi lamun.

(sumber gambar: coremap)

/…

Iklan