Tag

265w. #nulisrandom2015 #day7

.

Terispirasi dari twitteran yang berseliweran di linimasa tanggal 6 Maret 2012:

.

Aku tidak pernah menulis surat cinta sebelumnya. Dan karena sekarang akhirnya aku sudah sarjana, aku memutuskan untuk berani melakukan apa yang tidak pernah dan tidak pernah berani kulakukan.

Aku mencintaimu sejak tidak tahu kapan. Aku hanya tahu bahwa sejak aku ‘jalan-jalan’ ke kampus untuk melihat jurusan apa yang kira-kira sesuai dengan minatku, aku langsung tahu bahwa aku akan lulus dari kampus ini.

Kampus yang tidak terlalu bergengsi. Kampus yang bayaran semesterannya tidak semahal fakultas lain. Kampus yang orang-orangnya tidak sekeren mahasiswa anak sosial yang penuh gaya, atau sementereng anak-anak kedokteran yang wah. Kampus yang sangat biasa dan untuk lulus darinya sangat membutuhkan kekuatan hati dan tekad.

Maka dari itu aku berterima kasih padamu, yang membuat hati dan tekadku kuat untuk bertahan di kampus ini. Melihatmu berjuang menyelesaikan apapun yang sedang kau perjuangkan waktu itu membuatku sadar bahwa kerja lab ternyata keren juga. Aku dibukakan mata bahwa sains ternyata begitu hebat dan indah sekaligus. Dan aku tidak mau berbohong bahwa aku jatuh cinta pada itu semua adalah karena pada awalnya aku jatuh cinta padamu yang begitu keren, hebat dan indah di mataku.

Aku menepati janjiku untuk lulus dengan semua usaha terbaik yang bisa kulakukan. Aku memuaskan diriku sendiri bahwa ternyata aku memang bisa bertahan di sini hanya dengan bekal awal cintaku padamu.

Jadi, bapak pembimbingku yang tampan dan kebetulan-jenius-sampai-sudah-jadi-doktor-di-usia-dua puluh-lima, maukah kau menepati janjimu melamarku seusai gelarku tertempel resmi di belakang namaku? Karena aku secara misterius makin mencintaimu setelah skripsiku selesai.

.

PS: jangan khawatir, eksemplar skripsiku yang ini hadiahku untukmu, satu-satunya, jadi pihak rektorat tidak akan menegurmu karena memacari mahasiswa. Tenanglah. Ihihihi…

.

Sincerely,

Your Dearest.

.

.kkeut.

Iklan