315w. Flashfiction.

~

Saya mau menikah. Bangun di pagi hari untuk menemui wajah suami di sisi. Mungkin dia ngiler, mungkin dia mendengkur, mungkin matanya dikotori tahi mata, tapi tangannya memberati perut saya dan saya tahu bahwa hari saya akan baik-baik saja.

Saya mau menikah. Berdebat dengan suami mengenai baju yang seharusnya kami kenakan di pesta pernikahan teman atau kerabat atau rekan bisnis atau kenalan. Dia mengerling kesal pada saya karena lama sekali saya berdandan dan saya mendecak sebal padanya karena berulang kali menyuruh saya untuk cepatcepatcepat.

Saya mau menikah. Menggenggam tangan suami ketika kesedihan melanda. Semua orang mengatakan dia bukan orang yang tepat untuk saya namun dia membuktikan yang sebaliknya. Tak ada yang berkunjung ke rumah kami kecuali ada keperluan mendesak karena mereka pikir kami pasangan yang tidak seharusnya. Ketika saya hampir menangis, suami membiarkan saya sendiri namun tatapannya tidak pernah meninggalkan punggung saya. Lalu dia berusaha lebih keras lagi dan saya bisa melihat bahwa saya bertahan bukan tanpa alasan.

Saya mau menikah. Mengikuti perintah suami untuk beribadah, melayaninya dengan pasrah dan mendukungnya di setiap langkah. Karena dia sudah melakukan itu semua untuk saya dan saya tahu waktu akan mencairkan setiap ketegangan. Bersamanya saya tahu masa depan saya akan penuh perjuangan, namun semuanya berharga sebab saya tetap bersamanya. Selama bukan Tuhan yang memisahkan, dia tidak akan meninggalkan saya.

Saya mau menikah. Menghadapi semua kesulitan, menangisi semua kegagalan, menyemangati setiap permulaan, bersama suami. Bangkit lagi bersamanya yang menggenggam tangan saya.

Saya mau menikah. Pada suami yang menganggap saya berharga dan menghargai kemauan saya. Suami yang berjuang untuk saya dan membuat saya berjuang untuknya. Padanyalah saya mau menikah.

Saya mau menikah. Untuk memiliki rumah ketika saya harus pulang.

Saya mau pulang pada kamu. Saya mau berjuang untuk kamu. Saya mau beribadah bersamamu. Saya mau menangis denganmu. Saya mau menyemangatimu dan kita. Saya mau ditatap kamu. Saya mau bangun pagi mendapatimu di sisi saya.

Saya mau menikah denganmu.

Saya mau kamu.

.

KKEUT.

Iklan