470w. Dengarkan ini.

.

Aku tahu kamu tidak melihatku. Aku sadar kau tidak menyadari keberadaanku. Aku mengerti, aku mengerti. Namun bisakah kau berhenti mengerutkan kening? Hatiku berdegup lebih kencang saat menyadari kau sedang resah. Tidak, bukan degupan yang menyenangkan. Aku meresah bersamamu.

Bisakah kau berhenti sejenak dan menyerap sinar matahari yang mengelilingimu? Cobalah untuk melihat bahwa di balik awan hitam itu ada mentari yang ingin bersua denganmu. Aku tahu itu pasti sebab aku melihat tatapannya padamu setiap kali dia berkesempatan melakukannya. Sinarnya melembut ketika kau bersua dengannya, dan biasnya berpendar lembut serta hangat. Menurutku, hanya padamulah matahari selalu seramah itu. Maka tersenyumlah sejenak, sambut kekuatan yang ditawarkannya.

Oh ya, melangkahlah hati-hati. Kau makhluk kesukaan semua makhluk lain. Mereka semua ingin memiliki momen bersamamu, mereka ingin meraihmu, jadi berhati-hatilah. Kau dianugerahi kemampuan untuk dicintai, sadarkah kau tentang hal itu? Aku melihatnya begitu. Selalu. Sebab kau identik dengan cinta. Pandangan orang padamu pun kulihat penuh cinta.

Kau makhluk kesayanganku, bersemangatlah, bergembiralah. Kesusahan ada agar kau merasa bahagia sesudahnya. Tapi kau jangan khawatir, aku ada bersamamu saat kau berkesusahan. Kau tidak menyadarinya, kau tidak mengenali pertemanan yang kuusahakan, tapi percayalah aku ada.

Terkadang kupikir aku ada karena aku harus mencintaimu. Kurasa manusia memang memiliki kehidupan masa lalu. Pada masa itu pun aku juga jatuh cinta padamu. Kau pilar tatapanku. Kau ambang rasaku. Aku tidak mungkin punya kehidupan masa lalu kalau aku tidak mencintaimu juga kala itu.

Hey kamu, ini bisikanku untuk membuatmu bahagia. Ini manteraku untuk menciptakan indah di duniamu. Aku bisa menjadi keindahanmu kalau kau mau, tapi aku tidak mau memaksa. Bagaimanapun aku telah mencintaimu selama ini, maka aku tidak akan keberatan untuk mencintaimu selama lebih lagi.

Ketika kututup mata, doaku tertuju padamu. Ketika terpisah samudera, hatiku mengarah padamu. Ketika dalam gelap kumeraba, senyummu cahayaku. Tak akan kau tanyakan ini padaku, tapi aku akan menjelaskannya padamu, bahwa waktu telah membawakan hatimu padaku. Dia selalu mengarahkan hatimu di depanku dan aku tak mampu melawannya.

Hari demi hari kuulurkan tanganku padamu. Kalau tak bisa meraihmu, aku puas dengan memberimu dukungan. Waktu menguatkanku. Untuk bertahan dan berusaha. Setiap kali kulihat kau tak bergembira, aku ingin menendang tak agar hanya bergembira yang menemanimu. Aku gembira ketika itu terjadi dan berharap kegembiraanku adalah bagian dari kegembiraanmu.

Selangkah demi selangkah aku menuju ke arahmu. Berpegangan pada waktu aku menemukanmu. Setiap kali aku selalu menemukanmu kembali. Aku yakin karena aku tahu aku sudah mencintaimu lama sekali.

Aku mencintaimu lama sekali, dan masih akan mencintaimu lebih lama lagi. Cintaku ini cinta bersyarat, kau tahu. Syaratnya hanyalah selama kau hidup dan bahagia.

Aku adalah bunga yang mengembang. Mengembang dengan cinta. Cinta yang tak kau ketahui. Tapi ketahuilah, aku tak dapat layu. Waktu mengasihi cintaku, aku mencintai kamu. Tumbuh dan besarlah, cintaku. Cukuplah besar untuk menyampaikan bisikan ini padamu hey makhluk yang kucintai.

Hey kamu, dengarkan bisikku. Aku akan mencintaimu lebih lagi. Itu saja.

.

.kkeut.

Iklan