Tag

Love motions series. 190w. Drabble/trilogi.

.

But… but… you told me to wait…” Sina tergagap di depan pria yang sekarang menggenggam tangannya erat.

Pria itu menatapnya dengan campuran berbagai rasa. “Not for ten years,” dia menarik nafas, penyesalan adalah yang paling terlihat di matanya.

Sina tidak tahu apakah sebenarnya matanya masih berfungsi atau tidak. Semuanya putih.

I’m sorry,” bisik pria itu. Lingkaran metal di jarinya menggosok kulit Sina.

But you told me to wait, Jan. You told me to wait. Probably longer than I expected but you said you’d definitely come. You—“

I’m sorry,” Jan memotong ucapan Sina.

Apakah Sina merasa bodoh? Menunggu Jan selama sepuluh tahun hanya untuk bertemu kembali dengannya sedang menggandeng istri dan anaknya. Keluarga bahagia. Di Indonesia. Saat setahu Sina harusnya Jan masih di Jerman, mengumpulkan uang dan keberanian untuk menghadapi keluarga Sina. Sina menunggu dan dicap keras kepala idiot oleh keluarganya. Usianya melayang cepat. Dan Jan sudah menikah. Apakah Sina merasa bodoh?

Tidak, sebab Sina tidak tahu dia masih hidup saat itu, kau tidak bisa merasa bodoh kalau tidak hidup. Pun dia tidak meninggal dunia, dunialah yang meninggalkannya, bersama tangan Jan yang melepaskannya dan sosoknya yang berlalu sambil menunduk.

.

.kkeut.

Iklan