Bukan FF.

Aku harus bagaimana? Menghadapimu yang begitu menguras hatiku? Lalu bagaimana caranya membuatmu melihat ke arahku? Kenapa aku begitu menginginkanmu hanya untukku? Adakah kau punya alasannya? Karena aku tidak. Aku tidak tahu. Mungkin aku punya, tapi aku tidak tahu.

Hanya aku tahu bahwa kau mengambil semuanya. Isi dalam otakku, semua sensor sarafku, lalu pun segala rasaku. Tak terbantahkan bahwa kaulah yang kini menguasainya. Bodohnya itu saat tak ada apapun yang bisa kupegang darimu. Saat itulah kau memiliki segalanya. Kau memang penjahat.

Seharusnya ada surat ijin memiliki hati. Agar aku tahu kau sudah punya kualifikasi. Untuk menguasaiku yang seperti ini. Dari muka kulit hingga dalam sendi. Membuat semua selku menari. Emosiku menyanyi. Kau, kau yang buatku begini! Bukan, tak tepat kalau kubilang aku benci.

Sesuatu dalam dirimu, membisiki sesuatu dalam diriku. Apa itu? Entah, ku hanya bisa mengangkat bahu tak tahu.

Inilah setahuku:

Aku bergetar memikirkanmu

Aku menantimu hadir di mimpiku

Aku meremang mengharapmu

Aku berdegup memanggil namamu

Aku inginkan kamu

Aku sesederhana itu…

Padamu.

.

kkeut.

http://wp.me/p1rQNR-ay

Iklan