312w. Diterbitkan pertama kali dalam komen di Fan Page Gagas Media di Facebook. Tidak menang, seperti biasa.

.

Daddy was an alcoholic. Itu benar, Anakku, ayah memang seorang pecandu alkohol. Saat mencintai ibumu, ayah sudah alkoholik. Oh tunggu, tapi itu pun artinya kau sudah ada ya.. Haha, maafkan ayah, ayah lupa kapan kau lahir, Nak. Tapi ayah selalu bangga padamu. Sejak ayah tahu kau ada untuk ayah, ayah tak pernah lupa mensyukuri fakta itu sekalipun kau menyebabkan para rentenir itu tak berhenti mengejar ayah.

Memang urutannya agak kacau. Ayah bertemu ibumu. Ibumu (terpaksa) hamil—tolong jangan salahkan ibumu karena ayahlah yang memaksanya. Lalu kau lahir. Baru setelah itu ayah mencintai ibumu. Oh tunggu, ayah mencintaimu dulu baru mencintai ibumu. Tapi kau tak akan dendam pada ayah karena itu kan, Nak? Karena ayah tak ingin kau benci.

Kalau mau membenci, bencilah alkohol. Kau berhak membencinya, meskipun ayah mencintai barang itu juga di samping kau dan ibumu. Hehe, maafkan ayah, lagi-lagi hanya mampu berkata sampah.

Ah sudahlah, mari lupakan masa lalu, Nak. Bagaimana hidupmu sekarang? Baik-baik saja? Ayah sangat berharap bisa mendengar ‘iya’mu. Kalau kau sempat, tolong kunjungi makam ayah begitu kau selesai membaca surat ini ya, Nak. Warisan untukmu ayah kubur di sebelah makam ayah. Ayah tidak percaya pada para pengacara itu, jadi hanya cara itulah yang terpikir oleh ayah untuk menjaga warisanmu. Oh ya, kalau kau mengambil hartamu nanti, jangan kau ambil pot yang di ujung ya? Itu abu ibumu, paling tidak biarkan ayah berdampingan dengan tenang bersamanya di dalam kubur.

Ayah mencintaimu, Nak.

.

Lumat. Kertas itu hancur dalam genggamanku. “Surat dari siapa, Yah?” kudengar ibu anak-anakku memanggil dari dalam rumah.

“Dari Indonesia. Mereka bilang toko minuman kita akhirnya terjual. Sekarang kita bisa hidup tenang,” jawabku pada istriku.

Wanita itu tersenyum senang, “Aku tahu kau pasti akan melakukan yang terbaik. Bagaimanapun bisnis warisan ayahmu itu buruk untuk rehabilitasimu.”

Aku tersenyum padanya. Senyum terlepas yang pernah kubagi bersamanya. Akhirnya orang tua itu mati. Akhirnya hidupku bebas dari alkohol.
.

.kkeut.

credit: Starsailor for the song “Alcoholic

Iklan