Dalam satu warna tercipta sebuah makna.

Dihantarkan rindu yang menggema biru berkata-kata, “Aku adalah hatiku.”

Mendingin, kaku tak berdenyut, biru menderu.

Hati yang biru menyerap warna musim panas. Kesejukannya menjadi naas.

Mendinginkan, membekukan. Sampai berwarna biru.

Untaian biru mengalir, terus mengalir, menyediakan liang bagi kepedihan.

Tanpa muara, beribu sumber kehilangan, adalah asal biru.

Banyak yang teramat, biru mewarnai hati, mengungkungnya dalam musim dingin, membuatnya kebiruan, hampir seperti kematian.

Hilang tak berbekas biru di wajah langit, mengabur semua biru dalam paras laut.

Membaur semuanya dalam dunia.

Dalam satu warna tercipta sebuah makna, satu warna menjadi dunia.

Ditinggalkan dan membiru.

Kelu.

 

.kkeut.

Iklan