Padanya tulisan ini ku persembahkan.

Kejadiannya, aku bertemu dengannya. Aku tak mengenalnya. Kemudian kami bercakap. Dan aku terpesona..

Awalnya, aku melewatkan dirinya. Aku tak menyadari adanya. Kemudian kita bercerita. Dan aku menyukainya..

Sejak pertama, dia bukan siapa-siapa. Aku memperhatikan yang lain. Kemudian dia dan aku jalan bersama. Dan aku merindukannya..

Sekarang, saat ini, waktu aku memikirkannya, waktu nafasku terhela, ketika lagu-laguku di sepanjang hari terdendang,

Maka aku merindukannya.
Sangat ingin ngobrol dengannya.
Menggebu untuk menyapanya.

Dan kecewa

Karena dinginnya
Sebab acuhnya
Karena konsentrasinya
Sebab hampanya

Tak sedikit pun ada di sana
Rasanya untukku
Tak setitik pun ada di sana
Masa depan kami

Aku takkan rela berkorban
Meski pada akhirnya aku akan mencintainya
Dia takkan mengerti
Walau pada akhirnya dia mencintaiku
Kami terlalu berbeda
Pikiran kami tak sama
Jiwa kami tak serupa

Tapi mengapa rasa rindu ini masih membuncah?
Sakit dada ini begitu nyata kalau dia mengabaikanku

“Aku ada”
“AKU ADA!!!”
“Aku tidak mau kamu abaikan”
“Aku mau kamu perhatikan!!!”
“AKU ADA!!!”

Dan aku menyukaimu. Dalam dan serius.

Untukmu, wahai lelaki dalam gambaran.

 

.keut.

Iklan