200w. Drabble. OriStory. http://wp.me/p1rQNR-sy

~

Saya menginginkan kamu. Sungguh saya menginginkan kamu. Adakah kamu berniat menoleh pada saya kemudian terpesona seperti halnya hati saya teremas karena pesonamu pada saya? Lalu kemudian kamu, bisakah mengulurkan tangan demi meraih tangan saya yang seenaknya terulur meminta diraih oleh uluranmu? Saya menginginkan kamu. Sungguh saya menginginkan kamu sampai terasa sakit di bagian dada. Bukankah sudah saya katakan dada saya yang teremas ketika pesonamu melanda saya? Dan saya sama sekali bukan pembohong bukan karena apapun melainkan karena tidak bisa. Lalu kemudian saya sangat berharap dalam kebutaan, dalam penolakan terhadap sesuatu yang seharusnya. Bukankah itu penistaan yang menyiksa? Saya menginginkan kamu. Sungguh saya sangat menginginkan kamu. Besar sekali rasanya tekanan di dada saya. Keras sekali sepertinya suara saya yang ingin berteriak mengatakannya langsung padamu. Kuat sekali ingin saya menusuk-nusuk keluar melalui mata, napas dan detak jantung. Hanya penasaran: mengertikah kamu? Merasakah kamu? Menyadarinyakah kamu?

Sungguh saya sungguh-sungguh menyukai kamu. Tolong maulah menjadi milik saya. Sebab saya ada di ambang kegilaan saat saya berpikir mimpi saya hanya mimpi orang buta. Sesuatu sedemikian kuat pasti bukan imajinasi. Tolong berikan penjelasan yang membuktikan pada saya. Bahwa saya menginginkan kamu adalah nyata.

Lalu kemudian, menjadilah nyata kamu dengan menjadi milik saya. Sungguh-sungguh menjadi milik saya.

 

KKEUT.

Iklan