Berawal dari tuwitan-tuwitan di hari lebaran, benak saya mendapat banyak sekali gambaran tentang lebaran di berbagai tempat. Saya jadi penasaran sebenarnya bagaimana sih orang-orang merayakan lebaran tahun ini? Bergembira kah? Sekedar capek kah? Atau malah berduka? Karena saya sendiri entah bagaimana ingin bercuap-cuap cerita tentang lebaran saya, saya jadi kepikiran untuk melihat warna lebaran tahun ini dalam satu kumpulan.

Lalu dibantu admin NulisBuku di Twitter, saya melemparkan usul mengumpulkan seru-seruan kisah lebaran untuk dijadikan buku. Ternyata ide saya ada yang nyambutduh senangnya \o/. Jadi, kalau ada yang ingin menyumbangkan kisah lebaran tahun ini, silakan kirim cerita kalian ke surel mirror2hangin@live.com.

Demi mempermudah inventarisasi, saya berikan kerangka & format kisahnya, ya. Begini:

  1. Kisah nyata, bukan kisah fiksi. Boleh kisah milik sendiri, bisa kisah orang lain, tapi nyata.
  2. Tidak lebih dari 3 halaman Word (termasuk judul), dengan format default Word yang dimiliki.
  3. Paling lambat saya terima ceritanya tanggal 7 September 2012 pukul 23:00
  4. Kisah dikirim lewat surel ke alamat surel seperti yang tertera di atas, dengan subjek: Kisah Lebaran.
  5. Karena awalnya ini adalah ide spontanitas, untuk sementara saya berencana memuat semua cerita yang masuk (dengan sedikit penyesuaian di sana-sini), tapi kalau kisah yang diterima banyak, terpaksa saya harus melakukan seleksi.
  6. Konfirmasi tentang cerita yang masuk akan saya publikasi di blog saya ini, oleh karena itu tolong sertakan akun Twitter kalian di dalam surel ya. Kalau tidak punya, akun Facebook juga boleh.
  7. Proyek ini akan saya sebarluaskan hanya melalui Twitter, baik melalui bantuan akun NulisBuku maupun melalui akun pribadi saya (@psstBee) jadi update konfirmasi juga dilakukan lewat Twitter.

Yak, sementara sepertinya begitu saja… Semoga ini menarik dan kisah-kisah yang dibagi nantinya bisa memberi hikmah bagi kita semua.

Oh ya, keuntungan proyek ini nantinya akan disumbangkan untuk amal. Ke mana? Saya cari dulu kotak amalnya, tapi yang jelas bukan kantong saya. Saya hanya berpikir, paling tidak hikmah kisah-kisah ini nantinya adalah membantu mereka yang membutuhkan dan menambah tabungan pahala kita. Amin.

Cheers,

Bee

Iklan