Tag

, ,

Author: BeeNim
Pairing: BeeTeuk
Length : 422w. Oneshot
Rating/Genre: AA-PG/romance
Synopsis: Jungsoo menerima telepon meresahkan pada suatu malam, dan ketika itu dia tidak sedang berbaring sendirian.
Ost: Nocturne.
A.N.: Habis liat preview dimana ada Leeteuk & Donghae yang lagi nangis. Tadinya mo dijadiin spam di twitter, tp kepanjangan =__=’’
Url: http://wp.me/p1rQNR-nY

~

Bee
Aku tersenyum melihatnya merenung. Entah kenapa wajahnya sangat serius. Tapi aku suka wajahnya yang serius. Dan aku suka saat dia tidak tahu aku mengamatinya. Bagiku, memilikinya tidak sama dengan menuntut perhatiannya hanya untukku. Aku justru berterima kasih padanya yang tidak terlalu memaksakan keinginan untuk memperhatikanku.

Teuk
Mereka benar-benar membuatku khawatir. Apa maksudnya ‘semua baik-baik saja, Hyung’ saat jelas-jelas suara Donghae bergetar waktu mengucapkannya. Kapan anak-anak itu belajar bahwa aku tidak bisa mereka bohongi? Aku tidak suka dipanggil ibu, tapi nyatanya aku tahu semua tentang mereka. Apapun yang mereka sembunyikan dariku, aku pasti tahu. Bahkan sekalipun mereka tidak meneleponku. Aku pasti tahu.

Bee
Dia mendesah dan aku berusaha sekuat tenaga menahan tangan yang sudah hendak terulur. Sungguh itu dahi, harusnya ada rambu-rambu larangan berkerut ditempel jelas di sana. Aku jadi gelisah melihatnya gelisah. Tapi aku juga tidak mau mendesak. Aku tidak pandai mendesak, aku tahu, tapi bukan hanya itu; aku merasa tidak sopan mendesak kerisauannya. Dan ketika aku sibuk mempertimbangkan apa yang harus kulakukan, tangannya tertekuk ke bawah kepala. Oh. Dia menoleh. Aku pun tersenyum. “Hai,” sapaku pelan.

Teuk
Apa yang dikatakannya? ‘Hai’? Dan apa yang tadi Ryeowook bilang tentang Hyukjae? Kenapa tiba-tiba aku lupa? Dan kenapa dia menatapku? Kupikir dia masih tidur. Dia harusnya beristirahat, bukannya terus menyalang sepanjang malam. Tunggu, apa aku mengganggu tidurnya? Apa tanpa sadar aku bergerak gelisah dan membangunkannya? Padahal dia harus pergi besok pagi-pagi sekali dan aku tahu kalau sudah di laut dia tidak akan bisa sepenuhnya beristirahat. Ah. Dia tersenyum. Yang lain jadi tidak penting, hatiku menghangat. “Hai,” balasku sambil mengurai lengan untuk menariknya dalam pelukan.

Bee
Dadanya naik turun dengan teratur, kepalaku mengikuti. Dia bukan lelaki paling gagah seperti idaman nenek, tapi kepalaku suka berada di sana. AKU, suka berada di sana. Terutama ketika tiba-tiba dia mengecup kepalaku lama, membiarkan bibirnya mengusap rambutku. Itu, benar-benar membahagiakan. “Jungsoo-ya?” kupanggil dia yang dibalas dengan gumaman. Kulanjutkan, “Aku di sini, kalau…” kalau apa? Ah iya, “Kalau itu bisa membantumu. Kalau aku bisa membantumu.”

Teuk
Beginikah rasanya berbagi? Sepanjang pengalamanku punya cewek, aku terus memikirkan bagaimana caranya memberi. Aku lupa bagaimana caranya meminta. Lalu dia mengingatkanku caranya menerima tanpa benar-benar menyuruhku menerimanya. “Yeppo…” aku memulai. “Aku…” tapi lalu aku bingung. “Aku… hanya mengkhawatirkan anak-anak,” jawabku sebisanya karena kurasa dia tidak akan mengerti kalau tidak kujelaskan. Dan aku sedang tidak ingin menjelaskan. Kemudian dia mendongak dan tatapannya mengatakan padaku bahwa dia hanya akan ada di sana, aku tidak perlu mengatakannya. Matanya selalu yang berbicara padaku. Tiba-tiba rasanya aku bisa tidur lagi. Kukecup bibirnya sebelum memejamkan mata. Semua akan terselesaikan.

 

KKEUT.

Iklan