Tag

, , , , , , , ,

Author : BeeNim
Main Cast : Leeteuk, Donghae, Heechul
Other Cast: Kyuhyun, Ryeowook, Super Junior, Yunho, Changmin
Rating : AA-PG
Synopsis : yang terjadi waktu Leeteuk menemukan bahwa KyuWook itu nyata.
PS : semacam sequel untuk POK, tapi dari sudut pandang Leeteuk. For the awesome @KyuSingsBest (hopefully I can publish the English version soon)
url : http://wp.me/p1rQNR-m1

~

Dia terpaku di depan pintu kamar Ryeowook. Bulu kuduknya merinding mendengar apa yang tidak ingin disadari sedang didengarnya. Harusnya dia menuruti nalurinya untuk tidak mencari Ryeowook. Harusnya. Sayang semuanya hanya tinggal penyesalan. Dia lemas, tapi tak mampu bergerak meski hanya untuk terjatuh ke lantai; dia tegang tapi terlalu gemetar untuk bergerak; dan dia mual.

~

Leeteuk tak pernah habis pikir mengapa dia tidak juga menyadari tanda-tandanya. Demi Tuhan, terlepas dari mereka hanya bersama karena urusan pekerjaan, dia sudah bersama semua orang selama bertahun-tahun sebagai keluarga. Lupakan Super Junior, bahkan pada masa training dia sudah menganggap semua orang sebagai adik-adiknya yang manis. Dan menyebalkan. Tapi tetap manis.

Itulah sebabnya dia merasa sangat gagal ketika kepastian tentang hal itu diterimanya. Dia tidak percaya selama ini dia sangat bodoh dan tidak peka. Semua sentuhan itu, semua kedekatan itu, semua ketergantungan satu sama lain… Bahkan celotehan-celotehan mabuk yang seharusnya sudah sangat jelas, Leeteuk tidak menyadarinya!

Mereka sedang minum-minum merayakan sesuatu bersama yang lainnya. Ada Kangta Hyung, ada Yunho dan Changmin dari DBSK, dan meskipun Super Junior tidak lengkap, sebagian besar mereka ada di sana. Leeteuk duduk di sebelah Kyuhyun yang sibuk berdebat dengan Changmin. Mereka bicara dalam kondisi setengah mabuk. Kau tidak bisa memaksanya begitu, Kyu, dia pacarmu, bukan budakmu, kata Changmin waktu itu. Kalau saja waktu itu Heechul tidak membuatnya berpaling dengan pertanyaan paling menyebalkan sedunia tentang Inyoung Noona, dia pasti akan sudah mendesak Kyuhyun mengatakan siapa pacarnya, karena… bagaimana mungkin Kyu tidak mengatakan apa-apa padanya bahwa dia sudah punya pacar?! Dan kalau saja Eunhyuk tidak membuatnya mabuk malam itu, keesokannya dia pasti akan ingat rasa penasaran tentang pacar Kyuhyun dan menanyakannya pada anak itu.

Lalu Leeteuk ingat bahwa dia pernah sekali merasa ada yang salah tentang kamar mandi. Menemukan Kyuhyun susah-susah pergi ke lantai mereka hanya untuk mandi dengan alasan Sungmin menginvasi kamar mandi sejak berjam-jam yang lalu adalah absurd. Sungmin orang paling tahu waktu sedunia. Paling tidak kalau mereka sedang diburu waktu dan harus bergantian menggunakan kamar mandi, Sungmin tidak mungkin seegois itu. Sungmin bahkan tidak bisa dibilang egois sama sekali! Tapi Kyuhyun mengatakannya begitu, dan herannya dia percaya saja. Bahkan saat dia melihat Ryeowook keluar dari kamar mandi sebentar menit kemudian tanpa dia tahu kapan masuknya, Leeteuk tetap tidak sadar dimana salahnya situasi itu.

Saat lain, mereka harus merekam sesuatu dan Kyuhyun sedang sakit. Ryeowook tidak bisa ditemukan dimanapun, dan itu membuat Kyuhyun semakin menyedihkan. Semua tahu saat kondisi Kyuhyun memburuk, keberadaan Ryeowook hampir sama artinya seperti obat. Leeteuk sekarang merasa bodoh karena saat itu dia begitu mengandalkan Ryeowook mengurusi semua tentang Kyuhyun.

Dipikir-pikir lagi, Ryeowook sangat dekat bukan hanya dengan Kyuhyun. Ada ayah Kyuhyun yang selalu memuji—hampir seperti menjilat, sebenarnya—masakan Ryeowook, ada ibu Kyuhyun yang memeluk Ryeowook penuh cinta setiap mereka bertemu, dan bahkan Ahra si setan perempuan itu sangat dekat dengan Ryeowook, nomor dua setelah Sungmin tentu saja, semua tahu Sungmin calon menantu keluarga Jo.

Sial! Apa itu artinya Sungmin juga sudah tahu?!

Siapa saja yang tahu kalau begitu? Apa hanya dia yang bodoh, atau yang lain juga sudah dibodohi?

Leeteuk memutuskan dia harus mencari tempat untuk duduk. Dia tidak berpikir dia sanggup berdiri lebih lama lagi.

Dia pun beranjak dari depan kamar Ryeowook ke tempat duduk terdekat yang kebetulan terletak di balik bar di sebelah kamar Ryeowook.

~

Menopang satu pipi dengan satu tangan, mulut Leeteuk terbuka sedikit. Helaan napas terlepas.

Ini bencana. Bencana bagi Super Junior, bencana bagi mereka semua. Harusnya dia tidak lengah dan membiarkan ini terjadi. Harusnya dia tidak…

“Hei, Hyung!” Leeteuk melihat Donghae datang dan langsung menuju lemari pendingin, menggeledah isinya.

Leeteuk sudah hampir menjawab ketika suara erangan—yang jelas tidak terlalu pelan—terdengar.

Lalu sunyi. Dia tidak bergerak. Donghae berhenti menggeledah. Leeteuk tahu dari temperatur tubuhnya yang tiba-tiba meningkat, wajahnya pasti sudah memerah. Dia tidak tahu harus berbuat apa, erangan itu jelas bukan erangan tipe lain selain erangan seksual dan dia mendengarnya jelas bersama Donghae. Brengsek, mereka bahkan bukannya sedang nonton film porno bersama-sama!

Leeteuk berpaling, sekedar ingin menyingkirkan ketegangan tidak enak yang dirasanya. Tapi dia malah menangkap Donghae dalam pandangannya, sedang memunggunginya, membuka botol minuman dengan diam. Sesuatu di kepala Leeteuk mengatakan dia telah melewatkan sesuatu.

Leeteuk menarik bahu Donghae dan memaksa anak itu untuk menatapnya. Donghae mati-matian menghindari pandangannya. “Donghae-ya!” Leeteuk berbisik, panik tapi mendesak, membuat Donghae akhirnya menyerah dan menatapnya.

Namun demikan dia tidak mengatakan apapun. Leeteuk hanya mendapatkan seringaiannya yang dipaksakan.

Mata Leeteuk terbelalak lalu satu tangannya teracung ke arah kamar Ryeowook. “Kyuhyun…” dia menelan ludah, tak sanggup melanjutkan karena Donghae langsung berpaling lagi. Mulut Leeteuk langsung terbuka lebar dan dengan cepat tangannya yang lain menutupi mulut.

Donghae tahu?!! Maksudnya, dari semua orang, Donghae tahu dan tidak memberitahunya?! Donghae-nya?! Yang paling seperti adik kandungnya sendiri?!

Begitu syok mulai berganti dengan kegeraman, Leeteuk melepaskan tangan dari mulutnya dan meninju bahu Donghae. Anak itu mengernyit. Tinjuan Leeteuk lumayan tidak main-main. “Kau tahu?!” Leeteuk tetap bertanya meski sudah tahu jawabannya.

Donghae tersenyum lemah.

“Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?!!!” Leeteuk berbisik jengkel. Sangat marah sebenarnya. Kalau ada yang tidak beres dalam Super Junior, dia mau tahu; terutama kalau ketidakberesan itu menyangkut hubungan intim-romantis di antara anggota mereka sendiri. Kambing bau, dia pemimpin Super Junior!

Donghae mengangkat bahu, matanya menyesal, suaranya tidak lebih dari bisikan saat menjawab, “Itu bukan rahasiaku, aku tidak punya hak mengatakannya.”

Leeteuk mendelik. Tapi Bunda Suci tahu dia sadar alasan Donghae masuk akal.

Mereka terdiam di sana selama beberapa menit yang canggung sampai Donghae beranjak hendak meninggalkan tempat itu tapi ditahan oleh Leeteuk. Mata lelaki yang lebih tua menyorotkan permohonan, temani aku. Donghae tidak tega dan memutuskan menemani lelaki itu.

“Kapan kau mengetahuinya?” Leeteuk bertanya setelah kesunyian dan beberapa geraman halus terdengar dari dalam kamar.

Donghae memajukan bibir bawahnya dan menggeleng sedikit. “Awalnya aku hanya menebak, tapi lalu aku melihat sendiri mereka berciuman di kamar Kyuhyun saat aku sedang mencari Sungmin…” Donghae sengaja tidak melengkapi ceritanya.

“Dan itu adalah… kapan?” Leeteuk mendesak.

Donghae menatap langit-langit lalu menjawab, “Lebih dari setahun yang lalu, tepatnya aku tidak ingat. Aww!” dia protes merasakan Leeteuk menonjok lengannya.

“Setahun yang lalu?! Kau sudah gila ya?! Kenapa tidak mengatakannya padaku?! Kenapa tidak menghentikan mereka?! Itu artinya mereka sudah berhubungan lebih dari setahun yang lalu?! Kenapa—“

“Mereka tampak baik bersama!” Donghae memotong cepat. “Kau kan tahu sendiri Hyung, Kyuhyun sangat sulit diatur tanpa Ryeowook, dan Ryeowook seperti orang linglung kalau tidak ada Kyuhyun. Waktu itu kupikir selama mereka tidak menyebabkan skandal, itu tidak apa-apa. Mereka saling membutuhkan satu sama lain… Oke,” Donghae berhenti setelah Leeteuk memelototinya karena menggunakan alasan romantis. Dia tahu, bagi Leeteuk yang baru saja tahu, alasan romantis untuk sesama lelaki itu hampir kriminal. Dia dulu juga begitu, sampai beberapa hari—oke, beberapa minggu sebenarnya—sebelum dia bisa menerima kenyataan itu seikhlasnya. Toh tak ada yang bisa dilakukannya. Jadi dia melanjutkan pada Leeteuk, “Oke, maaf, aku tidak sedang membela mereka. Tidak ada yang bisa kita lakukan. Mereka sudah melakukan segalanya agar tidak ada yang tahu dan kurasa aku tersentuh dengan usaha mereka itu. Tidak mudah jatuh cinta sambil berusaha tidak jatuh cinta.”

Leeteuk masih melotot pada Donghae tapi tangannya tidak lagi mengancam seperti tadi.

Mereka terdiam. Lalu ada erangan. Mereka berdua memerah dan berpaling membelakangi satu sama lain.

“Sekarang mereka membiarkan semua orang tahu,” bisik Leeteuk. Malu dan cemas terdengar dalam suaranya.

Donghae meneguk minumannya. “Kurasa mereka mengira kita masih di studio. Kita pulang lebih cepat dari jadwal.”

Leeteuk menoleh pada Donghae, “Kau santai sekali ya? Bisa tidak kau normal sedikit?! Mereka itu salah! Mereka harus dipisahkan!”

Wajah Donghae menjadi kaku. “Menurutku juga mereka salah. Tapi kalau mereka dipisahkan itu lebih salah lagi,” bisiknya tak berani memandang Leeteuk.

Leeteuk melotot lagi, dan Donghae cukup sensitif merasakan ketegangan Leeteuk sehingga memutuskan untuk melanjutkan, “Hyung, mereka sedang jatuh cinta. Menurutmu akan jadi apa Super Junior kalau mereka dipisahkan? Mereka vokalis utama kita. Dan demi Tuhan aku, kita, mencintai keduanya. Aku tidak mau kita terpecah karena hal itu. Bagiku lebih mudah menerima mereka daripada kehilangan mereka. Toh sampai saat ini mereka terbukti berhasil menyembunyikannya dengan rapi.”

Hancurnya Super Junior. Tidak, Leeteuk positif tentang ketidakmauan hal itu terjadi. Tidak ketika perpisahan DBSK sudah memberinya pelajaran yang dia butuhkan. Bagi orang luar itu mungkin hanya perpisahan biasa, tapi semua yang cukup dekat dengan kelima orang itu tahu pasti apa yang terjadi. Jae terlalu sakit hati untuk tetap mempertahankan kebersamaan mereka karena Yunho memilih berpisah darinya dan itu berakhir dengan duo DBSK. Tidak, Leeteuk tidak mau lagi ada mereka yang disebut eks-Super Junior. Itu menyakitkan.

“Tenang, Hyung. Kurasa mereka lebih kuat dari Yunho dan Jae. Yunho sendiri yang bilang begitu padaku,” Donghae berusaha menenangkan pemimpin mereka.

Leeteuk menoleh cepat. Apa-apaan ini?! “Yunho?! Yunho tahu?!” Leeteuk berbisik keras.

Mata Donghae melebar dan tiba-tiba dia cegukan menyadari kesalahannya bicara. Dia meminum airnya dan menelan dengan kesusahan sebelum akhirnya menjawab, berbisik dan tercekik, “Eh… kurasa.”

“Jelaskan!” Leeteuk memerintah. Dia tidak suka ini. Tidak suka.

“Yunho sedang agak mabuk waktu dia tenggelam dalam ingatannya tentang Jae dan membutuhkan teman bicara. Aku di sana dan aku tidak keberatan mendengarkan dan dia mengatakan sesuatu tentang Ryeowook dan Kyuhyun yang jauh lebih beruntung dari dirinya dan Jae. Saat itu aku sudah melihat mereka berciuman jadi…” Donghae berhenti ragu melihat raut Leeteuk saat dia menyinggung tentang ciuman. Dia berdeham lalu melanjutkan lagi, “Intinya dia bilang dia akan melindungi KyuWook sekuat tenaga. Meskipun aku pikir itu bukan masalahnya; tapi kurasa dia tidak ingat apapun yang dia katakan malam itu.”

Rahang Leeteuk mengeras. Dahinya berkerut, bibirnya membentuk garis tipis. Rasanya dia ingin mengamuk, tapi tidak juga. Entahlah, dia hanya merasa luar biasa kacau.

Sesuatu menyusup di pikirannya dan dia bertanya tegang, “Siapa lagi yang tahu?”

Donghae mengangkat bahu. “Karena Sungmin hampir resmi jadi menantu mereka, kurasa Sungmin harusnya tahu. Lalu entah kenapa aku punya perasaan Eunhyuk juga tahu. Entahlah, Hyung. Ini pertama kalinya aku membicarakan hal ini dengan yang lain, jadi aku tidak tahu pasti.”

Eunhyuk! Bagaimana anak itu bisa tahu?! Dan bagaimana dia bisa memastikan Eunhyuk benar-benar tahu atau tidak? Bagaimana kalau dia justru membuat Eunhyuk yang harusnya tidak tahu jadi tahu dengan bertanya padanya? Bagaimanapun Donghae tidak pasti tentang hal itu.

Leeteuk sungguh berharap tidak ada lagi yang tahu tentang ini. Mereka benar-benar harus menjauhi alkohol karena sebagian besar petunjuk tampak bocor dari aliran alkohol yang masuk. Dia mengeluh dalam benak, padahal Kyuhyun dan Ryeowook termasuk dalam yang paling hobi minum di Super Junior!

Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan senyuman Kyuhyun yang bagai malaikat terlihat di ambang pintu. Di belakangnya tampak Ryeowook memeluk pinggang lelaki itu. Wajah mereka berdua merah dan bahagia, membuat Leeteuk dan Donghae ikut memerah karena alasan yang agak berbeda.

Wajah mereka terbakar ketika Kyuhyun menunduk mengecup Ryeowook singkat dan menggumam di telinga lelaki itu sementara tangan Ryeowook membelai mesra punggung Kyuhyun. Keduanya terlalu larut dalam dunia mereka sendiri sehingga tidak menyadari keberadaan Leeteuk dan Donghae yang memang secara teknis berada di ruangan lain, agak tersembunyi dari depan kamar Ryeowook.

“Aw, aw, aw, kelinci-kelinciku manis sekali…” terdengar seruan dari arah lain. Dalam sekejap Leeteuk dan Donghae melihat Heechul mendekati pasangan yang langsung melepaskan diri. Heechul tertawa, “Tidak perlu malu…”

“Hyung! Aku pikir kau masih di studio!” Kyuhyun berseru, menggunakan sapaan yang paling tidak mau digunakannya kalau bukan untuk mengalihkan perhatian Heechul pada egonya sendiri.

“Tidak, kami sudah pulang. Semua sudah pulang, makanya aku langsung kemari begitu menyadari kalian mungkin butuh sedikit… peringatan.”

Kyuhyun dan Ryeowook tertawa kering, tapi nada panik terdengar dari suara mereka. Mereka menggumam tidak jelas lalu memutuskan untuk berpisah secepatnya. Kyuhyun kembali ke tempatnya dan Ryeowook menyebutkan sesuatu tentang menyelesaikan lagu terbaru lalu memasuki kamarnya cepat-cepat, meninggalkan Heechul di tempatnya sendiri, tertawa tertahan dengan raut senang.

Leeteuk geram. Peringatan? Peringatan?! Jadi Heechul yang mengatur semuanya selama ini?! Peringatan? Mungkin sebaiknya Leeteuk memberitahunya bahwa ‘peringatan’nya sudah terlambat beberapa abad, pikir lelaki itu sambil bangun perlahan dari kursinya.

Heechul menangkap gerakan itu di sudut matanya dan seketika mulutnya terbuka melihat Leeteuk dan Donghae berdampingan. Leeteuk melangkah mendekati Heechul dengan langkah penuh kemarahan. Heechul terlihat menelan ludah dengan kesusahan. Donghae menyelinap turun dari bangkunya dan berjalan ke arah kamarnya. Sebelum semuanya berubah semakin buruk, Donghae mendengar suara Heechul tercekat, “Ups.”

 

KKEUT.


Iklan