Tag

Word count: 473w

http://wp.me/p1rQNR-jA

OST: Ice Pond (2nd Moon)-Goong Ost, http://www.youtube.com/watch?v=BZYVj8P2D18

 

…/

Bangun pagi, cuci muka, gosok gigi, melaksanakan ‘tugas’ pagi, mandi cibang-cibung, berpakaian, bikin kopi, oles roti, sarapan, berangkat. Nyetir mobil, pelan di perumahan, cepat di jalan kampung, makin cepat di tol, berhenti total di lampu merah, keluar tol jalan merayap, makin pelan mendekati kantor, parkir dan berhenti. Keluar mobil, bertemu rekan, ngobrol pagi, ngeliat karyawati kantor sebelah, cantik, ngikutin pake mata di lift, sayang dia keluar duluan, sisanya, dua karyawan mata keranjang meneruskan sampai ke lantai dua puluh dua. Pagi normal yang lancar.

Rapat. Laporan. Presentasi. Sosialisasi. Menjilat bos dikit-dikit. Menggoda sekretaris bos, siapa tahu dapat untung hari ini dan dia mau diajak jalan-jalan sepulang kantor. Berjalan mondar-mandir dari bilik sendiri ke bilik orang lain untuk diskusi, untuk berdebat, melewati bilik kosong yang masih belum beruntung dimiliki oleh karyawan baru.

Makan siang, berombongan keluar bersama yang lain. Makan bakso atau nasi hari ini? Menanggapi rumpian rekan perempuan, tahu-tahu sudah berubah jadi Mas Cyin. Seru. Tertawa-tawa. Banyak hal bagus hari ini. Sudah waktunya kembali, berjalan bersama, dua kopi di tangan. Masuk kantor, berjalan ke bilik, melewati lagi si bilik kosong yang belum beruntung. Naruh satu kopi di sana, untuk nanti sore. Duduk di bilik sendiri. Apa yang harus dikerjakan? Kenapa tidak ingat apa? Ah ya, rencana promo. Kerja!

Gila, capek juga bikin rencana segitu doang. Ambil kopi, duduk santai di bilik kosong yang malang. Menyesap kopi dingin. Diam. Berapa lama? Ah, harus kerja lagi.

Pulang kantor, macet. Total. Setel radio, utak-utik twitter, timeline lagi lucu-lucunya. Suara klakson, oh, mobil di depan udah jalan. Liat twitter lagi.

Jam setengah sepuluh. Nggak bisa ya, sekali-sekali kurang dari jam segini pulangnya? Capek. Mandi, terus tidur.

Hampir lelap. Ada sms, selamat tidur, Anakku. Mama. Bales, met tidur Mama Sayang. Cup.

Tubuh basah berkeringat. Tangan mengepal mencengkeram seprei. Jam? Setengah dua. Lumayan. Kemarin bangun jam setengah satu.

Pergi ke dapur, bikin susu.

Minum susu. Pelan-pelan. Semoga bisa tidur lagi.

Asin. Air mataku masih saja asin.

Kenapa masih harus terus merasakannya? Sampai kapan kamu akan mendatangi mimpiku? Apa aku harus minta pindah kantor? Agar tak lagi terus melewati bilikmu yang malang kosong karena kau tinggalkan? Agar tak kehilangan waktu di kantor karena tiba-tiba melamunkanmu? Agar tak selalu membeli dua kopi yang ingin kuberi untukmu satu lalu lainnya kuminum sendiri?

Bagaimana caranya agar aku tidak perlu tidur dan menginginkanmu setiap malam? Agar berhenti memimpikan saat kau pergi? Agar tak perlu tertawa palsu setiap hari? Agar tak perlu sengaja berlama-lama di jalan supaya begitu sampai rumah langsung ingin tidur dan bukannya meratapimu? Agar mama tak perlu mengecekku dengan smsnya setiap malam karena takut aku kesepian?

Kapan aku berhenti menatapi setiap wanita yang bajunya mirip bajumu? Atau rambutnya? Atau sepatunya? Atau tasnya? Kapan kau berhenti ada dimana-mana? Kapan kau akan menjemputku? Tempatku bersamamu, bukan dengan manusia lain yang hidup.

Merindukanmu bakalan seru, katamu? Missing you is sore as hell, just so you know.

/…


Iklan