Tag

Word count: 199w

http://wp.me/p1rQNR-ii

I made another Dag Dig Dug story in here: capseuleok. Just stop by and comment if feel like it 🙂

 

 

…/

Kenapa pasang surut berfluktuasi? Bagaimana bakteri menyebar di dasar lautan? Mengapa ekosistem pantai adalah yang paling rapuh?

Maria berkonsentrasi memikirkan jawaban atas pertanyaan di hadapannya. Demi Tuhan, ini sudah yang kedua kalinya dia mengulang mata kuliah Pengantar Oseanografi, dia tidak mau tidak lulus lagi. Mata kuliah lanjutannya baik-baik saja, tapi kenapa di pengetahuan dasar seperti ini dia kacau balau? Menyebalkan.

Jelaskan mengenai Great Conveyor Belt.

Dentuman itu meledakkan dadanya seketika. Dia benci pelajaran Bahasa Indonesia! Oh dia tahu apa itu Great Conveyor Belt.

Dadanya bergemuruh. Tapi menjelaskan mengenai itu sama seperti menuliskan tulisan ilmiah sepanjang Bengawan Solo!

Telinganya mendadak rusuh. Dia mengetahui semua seluk beluk keajaiban bumi yang satu itu, tapi menjabarkannya itu bikin tangan capek!

Dadanya berdentam lagi.

Dan waktu yang tinggal dua puluh menit tidak membantu.

Dan dia satu dari dua orang yang belum keluar, tidak menolong.

Dan keringat di tangannya jelas bukan faktor pendukung.

Dag, dig, dug.

Dan dentuman itu sangat mengganggu!

Maria bangkit, tergopoh ke sisi ruangan yang menghadap keluar, melongokkan kepala keluar jendela, berteriak, “WOY! ADA ORANG UJIAN, TAU GA SIH?! KERJANYA ENTAR AJA NGAPA?!” Wajahnya merah marah pada tukang bangunan yang sedang memperbaiki gedung kuliahnya.

“MARIA! DUDUK! SELESAIKAN UJIANMU!” dosen pengawas membentak Maria.

/…


Iklan