Tag

,

Author : Bee

Cast : Go Miho, Park Yoochun

Rating : AA-PG

Category : Oneshot

url: http://wp.me/p1rQNR-em

 

>>>

 

Pada suatu hari dalam suatu cerita, ada seorang wanita bernama Go Miho yang sedang menikmati es-kopi-setelah-makan-siangnya di dalam elevator. Dia menyedot es kopinya melalui sedotan hijau besar dengan nikmat. Di sebelahnya berdiri seorang pria bernama Park Yoochun yang sama-sama hendak naik ke atas. Mereka tidak saling kenal, sementara tombol penunjuk lantai menyala di angka yang sama, lantai 34.

Di lantai 34, keduanya kemudian berjalan keluar. Kantor mereka berbeda, namun karena berada di satu lantai yang sama, mereka harus berbagi toilet dan pantry. Mereka berjalan beriringan, Go Miho menuju pantry demi menghabiskan kopinya di sana, Park Yoochun meneruskan langkah menuju toilet.

Go Miho berbelok memasuki pantry, mendapati bahwa di sana tak ada seorang pun. Dia pun duduk dengan tenang dan mulai bermain Twitter dengan telepon genggamnya. Park Yoochun keluar dari toilet tak lama kemudian.

Saat Park Yoochun hampir sampai di pantry, seekor kecoa nakal melompat ke atas telepon genggam Go Miho, membuat pemiliknya membuang telepon genggam itu seketika. Telepon terlempar dan di saat bersamaan terdengar dua teriakan, mungkin kalau suara kecoa bisa terdengar, teriakannya jadi tiga.

Teriakan siapa sajakah itu? Mari kita ulang kejadian di atas dengan paragraf deskriptif slow motion. Kecoa melompat ke atas ponsel Go Miho. Wanita itu terkejut dan membuang jauh-jauh ponselnya karena terkejut dan jijik. Kecoa terkejut karena tempat menempelnya terbang. Park Yoochun kaget karena ada ponsel terbang. Kecoa mendarat indah di bahu Go Miho. Ponsel mendarat cantik di jidat Park Yoochun. Go Miho menjerit jijik, Park Yoochun menjerit kesakitan, sementara suara kaki kecoa yang bertelepukan indah saat mendarat di bahu Go Miho hanya didengar oleh yang punya kaki.

Park Yoochun memelototi ponsel yang sekarang sudah tergeletak di lantai, kemudian ganti memelototi orang yang dia curigai kuat telah melakukan penganiayaan terhadapnya tanpa alasan jelas. Go Miho tidak sempat menatap Park Yoochun karena sibuk mengawasi si kecoa kurang ajar yang sudah memulai penjelajahannya di atas daratan baru, yaitu bajunya. Park Yoochun kebetulan punya reaksi pikir yang cepat, jadi saat melihat si biang masalah yang berwarna cokelat kecil menjijikan dan seorang korban penganiayaan lain berjudul wanita, dia segera menyadari bahwa orang yang menganiayanya tadi punya motif ketidaksengajaan di balik tindakannya melempar Park Yoochun dengan ponsel.

Tanpa banyak suara Park Yoochun membantu Go Miho menghalau kecoa dari badannya. Rupanya kecoa itu termasuk kecoa berani karena bukannya terbang menjauh, dia malah dengan santai menginjak-injak kemeja Go Miho. Si kecoa berjalan ke perut Go Miho, tangan Park Yoochun menyusulnya ke sana, akhirnya Go Miho kena tabok di perut. Si kecoa melenggang ke dada kanan Go Miho, tangan Park Yoochun geram dan mengejar, akhirnya tangan itu merasakan dada ukuran rata-rata milik Go Miho.

Wajah Go Miho memerah, begitu pula wajah Park Yoochun, tapi kecoa tadi tetap cokelat dan tetap kurang ajar. Sekarang makhluk nista itu pindah ke dada kiri Go Miho. Belajar dari kejadian sebelumnya, Park Yoochun hanya mengibas-ngibaskan tangannya untuk menghalau si kecoa. Tapi nasib tetap nasib karena akhirnya dada kiri Go Miho malah tertampar oleh tangan Park Yoochun. Go Miho memelototi Park Yoochun dan Park Yoochun menunduk bersalah sekaligus malu. Si kecoa berlari menyelinap ke punggung Go Miho.

Menyadari itu, Go Miho pias dan melemparkan tatapan memohon pada Park Yoochun. Park Yoochun mengerti dan segera memutar badan Go Miho. Karena di sana tidak ada tonjolan apapun, Park Yoochun bisa dengan leluasa mengejar si kecoa. Sialnya, sepertinya kecoa itu memang lebih suka yang menonjol karena dia kemudian merayap turun ke pantat Go Miho. Park Yoochun tidak terlalu sadar apa yang terjadi karena pikirannya fokus mengejar si kecoa, tapi wajah Go Miho memerah saat menyadari ada tangan meraba pantatnya. Kecoanya tidak terasa, malah ada tangan di sana. Sesange

Si kecoa sangat lihai karena dia melarikan diri lagi ke depan melalui paha dalam Go Miho yang berbalut celana. Park Yoochun sudah sangat kesal dengan tingkah si kecoa. Dia tidak menyuruh Go Miho berbalik, namun hanya mengejar si kecoa dalam kegeraman yang diam. Di puncak kesabarannya, Park Yoochun akhirnya berhasil memerangkap si kecoa dalam tangannya. Dia menyeringai puas dan penuh kemenangan. Kepalanya mendongak menunjukkan kebanggaan pada Go Miho dan mendapati mulut wanita itu terbuka dengan wajah ingin menangis.

Go Miho mengangkat tangan ke mulut dan wajahnya menutupi rasa malu yang menjalar makin kuat. Park Yoochun bengong, lalu wajahnya memerah saat menyadari dimana tangannya berada sekarang, di pangkal paha Go Miho. Mulut Park Yoochun terbuka serba salah, namun kecoa di tangannya terasa bergerak-gerak lincah, jadi dia tidak berani menyingkirkan tangannya. Dengan sisa rasa tak tahu malu yang masih ada sedikit, dia memandang Go Miho memohon pengertian ketika jemarinya mengerut hendak mengambil si kecoa.

Go Miho menutupi wajah sepenuhnya sekarang saat merasakan jemari Park Yoochun menggeseknya dari luar. Sadar tidak sadar dia merapatkan pahanya hingga tangan Park Yoochun terjepit. Mereka berdua terdiam. Wajah mereka sama-sama merah.

Karena merasa tangan Park Yoochun tidak pergi juga, Go Miho memberanikan diri melihat dan sadar bahwa karena kesalahannyalah tangan itu tidak bisa bergerak. Dengan rasa bersalah campur malu dia membuka pahanya.

Keduanya langsung merasa lega dan saat itu juga saling memunggungi. Park Yoochun mengambil selembar tisu untuk membuang si kecoa, Go Miho sibuk menata perasaannya agar tenang kembali. Park Yoochun membuang tisu berisi kecoa nakal itu kemudian mengambil ponsel Go Miho dan mengulurkannya pada wanita itu. Go Miho menerimanya tanpa berani memandang Park Yoochun.

Tanpa kata terucap keduanya saling menunduk berpamitan. Park Yoochun kembali ke toilet untuk mencuci tangannya, Go Miho duduk untuk menenangkan dirinya. Beberapa saat setelah duduk Go Miho menyadari bahwa dia tidak ingin bertemu pria tadi lagi, sehingga dia buru-buru kembali ke kantornya.

Pukul setengah enam sore itu, Go Miho memasuki elevator yang terbuka sendirian. Dia termasuk karyawan yang pulang telat. Saat sudah hendak menutup, pintu elevator membuka lagi dan seseorang menunduk minta maaf karena menahan elevator. Saat orang itu memasuki elevator dan pintu telah tertutup, kedua orang di dalam elevator saling menatap.

Wajah Go Miho memerah melihat Park Yoochun, begitu pula dengan Park Yoochun saat melihat Go Miho. Tidak jelas apa yang terjadi selanjutnya, ataupun hari berikutnya, ataupun kelanjutan hubungan keduanya, karena ini hanyalah satu cerita di suatu hari tentang dua orang yang tidak saling mengenal.

Apa ceritamu?

 

 

KKEUT.


Iklan