Tag

, ,

Author: Beauty

Cast: Lee Donghae, Yesung, NN (a.k.a Beauty)

Category: Sad Love trilogy-part 3

Pernah dimuat sebelumnya di: http://wp.me/pPJpS-21W

—————————————————————-

 

Kasihku,

Hehe, aneh deh nulis ‘kasihku’. Tapi emang kamu sekarang kekasihku, kan? Waah, aku sangat senang memikirkan hal itu. Kamu pacarku sekarang!

Terima kasih sudah mau menerima perasaanku. Akulah lelaki paling bahagia sedunia. Pernahkah kamu membayangkan bagaimana perasaanku? Aku seperti sudah hilang akal sehat mengejarmu. Untung kamu akhirnya menerimaku.

Ah, mau ngomong apa lagi ya? Aku ga biasa nulis surat, tapi karena perasaanku tumpah-ruah, aku harus menyalurkannya ke sesuatu. Saat ini aku pikir aku akan mati malu kalau kamu sampai membaca suratku, tapi suatu saat nanti, aku ingin tersenyum membaca surat ini lagi, dengan kamu di sampingku, mengingat perasaan kita saat akhirnya memutuskan untuk bersama.

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku,

Kamu dimana? Aku baru tahu kalau kamu secuek ini. Aku tahu, kecuekanmu dulu adalah salah satu alasan kenapa aku tergila-gila sama kamu. Tapi masa kamu ga pengin tahu aku lagi apa, dimana, sama siapa, ngapain?

Oke, maaf. Aku yang salah. Aku bersyukur mendapatkan kamu. Aku sangat senang kamu menjadi pacarku. Kamu pacar yang sangat baik dan tidak menuntut. Terima kasih sudah memaklumiku, sudah memberiku keleluasaan berakivitas, dan yang terpenting, terima kasih sudah percaya padaku. Aku berjanji pada dirimu, dan diriku, bahwa kesetiaanku padamu ga akan berubah. Cintaku padamu selamanya.

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku,

Hari ini aku ingin menangis. Matamu berkaca-kaca melihatku. Apa kamu segitu rindunya sama aku? Kenapa kamu ga sms? Ga telepon? Aku rela kok langsung terbang dari tempat training. Aku rela bolos latihan dan bikin alasan hanya untuk ketemu kamu. Jangan tahan rindumu seperti itu lagi. Hatiku sedih melihatmu sakit menahan rindu.

Tapi aku bahagia melihat matamu yang mencintaiku ketika kita bertemu. Seolah mengatakan bahwa semua lukamu langsung sembuh hanya dengan melihatku. Sayang, kita sudah jalan 3 bulan, dan setiap harinya aku semakin mencintaimu. Jangan berpaling dariku, ya…

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku,

Maafkan aku ga bisa menemuimu. Aku dapat proyek dance selama seminggu. Aku memang ga menjelaskan sama kamu, tapi aku tahu kamu percaya padaku. Aku bukan ingin mengabaikanmu, tapi aku ingin semuanya dapat berjalan dengan baik. Cintaku, ani, cinta kita, dan karirku.

Kamu tahu, aku punya cita-cita. Suatu saat nanti aku akan menerima penghargaan sebagai penyanyi terbaik, dan aku ingin kamu ada di sisiku saat itu. Saat ini aku mungkin baru mulai naik. Bebatuan di bawah sini masih sangat besar-besar. Tapi aku akan berusaha untuk mencapai puncak. Dan dari sana aku akan menurunkan kereta gantung untukmu, sehingga kau akan naik ke atas dengan mudah. Cukup aku saja yang susah.

Oh ya, terima kasih atas dukunganmu. “Aku hanya ingin mengirimimu sms ini untuk mengatakan bahwa aku mencintaimu. Dan aku baik-baik saja. Aku merindukanmu, tapi aku baik-baik saja. Saranghe.” begitu bunyi sms-mu.

Aku hampir menitikkan air mata membacanya. Bahkan ketika aku tidak sempat, ani, tidak bisa membalas atau memberi tahu pun kamu tetap mendukungku. Kamu memang orang yang tepat untukku. Tunggulah aku, Sayang.

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku,

Hari ini Eomma menelepon. Dia mengatakan bahwa peringatan kematian ayahku sudah selesai dan semuanya berjalan dengan baik. Kamu tahu seberapa besar aku mencintai ayahku? Aku bahkan mencintai pekerjaan ini karena ayahku. Saat semuanya berjalan dengan sangat buruk, saat aku harus mundur lagi setelah berhasil maju, aku tetap mencintai menyanyi dan menari. Dan semuanya karena ayahku.

Tapi kenapa dia pergi meninggalkan aku dulu? Kenapa, Sayang? Padahal aku ingin menunjukkan padanya bahwa aku sedang berusaha keras mewujudkan keinginannya agar aku menjadi penyanyi.

Ah, aku belum pernah bercerita padamu ya. Nanti, ketika aku sudah bisa menceritakan semua padamu, aku akan menceritakan semua tentang ayahku. Dia itu dulunya ingin jadi penyanyi, tapi ga kesampaian. Akhirnya aku lahir dan menurutnya sejak kecil aku selalu menyukai musik. Dia terus mendukungku hingga aku berani melangkah sendiri menjadi trainee di perusahan entertainment seperti sekarang.

Maaf tentang ini aku ga terbuka sama kamu. Tapi tunggulah sebentar lagi, ya.

Ah, yang jelas aku lega. Karena meskipun sedih memikirkan ayahku, Eomma kini sudah terdengar lebih tegar. Aku harus mengatakan terima kasih pada Hyung yang sudah selalu menjaga Eomma.

Oh, seandainya saja aku bisa menceritakan ini semua padamu secara langsung, Sayang. Bukan hanya lewat surat. Bogoshippo.

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku,

Hari ini aku melakukan kesalahan lagi. Entahlah, rasanya makin hari aku makin susah menghapal gerakan dance. Otakku makin beku. Rasanya latihan semakin berat saja. Kamu ingat waktu aku bilang bahwa saat ini bebatuan yang harus kudaki masih besar-besar? Well, saat ini bebatuan itu bukan cuman besar, tapi juga tajam. Aku sering dimarahi oleh Jeonghwa Hyung. Ish, orang itu memang monster. Dia bahkan rela mengkorupsi waktu istirahat kami. Ga sabaran banget!

Oh iya, hari ini masuk orang baru di kelasku. Namanya Eunhyuk. Menurut Jeonghwa Hyung, dia dari divisi lain, tapi lalu dipindah ke kelasku. Yah, kita lihat saja kemampuannya nanti. Dan mentalnya. Hahaha, kalau berurusan dengan Jeonghwa Hyung, dia harus mempunyai mental baja!

Oh iya, aku ingin memperkenalkanmu pada seseorang. Dia seonbae-ku. Ketika aku masuk manajemenku, dia sudah satu tahun berada di sana. Dia sangat aneh, sekaligus sangat baik padaku. Aku heran aku belum pernah memperkenalkannya padamu sebelumnya. Harusnya aku kepikiran itu sejak awal. Dialah alasan aku bisa bertahan di kelas Jeonghwa Hyung hingga saat ini. Entah bagaimana dia selalu berhasil menahanku ketika aku hendak berhenti. Dan dengan caranya sendiri dia bisa memberi aku kekuatan.

Jangan cemburu ya Sayang, dia bukan kamu. Kamu menguatkanku dari hati yang terdalam. Sementara dia selalu siap sedia memapahku. Selalu berdiri di sampingku. Aku sangat berterima kasih padanya. Aku rasa kalau bertemu, kalian akan cocok satu sama lain, sebab dia sangat lucu bahkan tanpa berniat melucu sekalipun, sementara kamu sangat hobi tertawa. Hahaha.

TAPI. Tapi kamu ga boleh jatuh cinta sama dia ya. Dia itu cakep. Tapi kamu itu cuman milikku. Ingat itu! eh, aku belum sebutin namanya ya? Namanya Yesung. Yesung Hyung. Mungkin minggu depan aku akan memperkenalkannya padamu. Semoga saja aku tidak ada jadwal minggu depan.

Bogoshippo, Sarang.
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku,

Apa kabarmu? Bener kan dugaanku. Kamu menyukai Yesung Hyung, kan? Syukurlah. Dia memang orang aneh yang baik. Aku harap kalian berdua bisa bergaul dengan baik. Aku akan sangat senang kalau kalian berdua bisa akur. Kalian orang-orang terdekatku saat ini.

Oya, aku sudah mulai berteman dengan Eunhyuk. Dia itu ternyata luar biasa. Dia pinter banget ngedance! Beneran deh. Pas pertama ketemu, aku pikir dia akan bersinar setelah diasah, tapi ternyata dia itu udah bersinar. Kalau sedang diam sih biasa saja, tapi begitu tampil, hmm… kamu harus melihatnya, Sayang.

Ah, aku jadi bersemangat lagi nih. Sayang, doakan aku!

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku,

Jeonghwa Hyung memberi tahu kami. Aku dan Eunhyuk akan debut! Yeah! Akhirnya, Sayang! Akhirnya! Kami akan debut. Hanya kami berdua. Kami akan membentuk grup duo. Dia ngerap, dan aku nyanyi. Kami berdua sangat senang! Sayang, aku berhasil!

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku,

Aku ga tahu bagaimana sebenarnya perasaanku. Jeonghwa Hyung mengatakan bahwa dia tidak akan menjadi manajer kami. Aku selama ini mengira dialah yang akan selalu di sampingku, mengajariku banyak hal. Meski dia menyebalkan, tapi kalau bersamanya sepertinya semua akan baik-baik saja. Hari ini dia membawa seseorang masuk. Namanya Sunam Hyung. Dia tampak dingin dan sangat profesional. Tapi aku ga menyukainya, Sayang. Dia seperti ga memandang kami. Dia hanya mengamati kami seolah kami ini bukan makhluk hidup.

Begitu dia pergi, aku mengejar Jeonghwa Hyung dan bertanya kenapa bukan dia saja yang menjadi manajer kami. Tapi dia hanya menjawab dingin, bahwa tugasnya sudah selesai. Aku sakit hati. Selama ini dia begitu total mengajari kami banyak hal, dan sekarang dia berlalu begitu aja dari hadapan kami? Aku ga ngerti jalan pikirannya.

Di saat begini aku sangat merindukanmu. Semoga kamu ga sibuk. Aku ingin ketemu.

Jeongmal bogoshippo,
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku,

Aku baru tahu. Tadi aku habis mengantar Jeonghwa Hyung pulang. Dia mabuk berat. Rupanya dia benar-benar stres. Perusahaanlah yang menetapkan bahwa Sunam akan menjadi manajer kami. Dia ga diberi kesempatan sama sekali. Aku baru tahu.

Jeonghwa Hyung, maafkan kami yang hanya bisa merepotkanmu.

Tadi juga Jeonghwa Hyung menceritakan bagaimana dulu dia melatih Jungsoo. Iya, Jungsoo yang idol itu, kamu tahu kan? Dan kemudian harus menyerahkannya juga pada Sunam. Sepertinya Sunam ini memiliki hubungan yang kuat dengan direksi perusahaan. Entahlah, Sayang. Aku ga yakin aku menyukai ini.

Hyung juga menceritakan tentang salah satu trainee kami yang bernama Mirae. Dia berteman dengan Jungsoo dan Sunam tidak menyukainya. Tapi karena Jungsoo merasa Mirae adalah sahabatnya, dia terus mengajak Mirae untuk menjadi dancernya setiap ada kesempatan bagus. Kemarin Mirae terkena lemparan botol yang dilakukan oleh fans Jungsoo. Dan hyung menyalahkan Sunam tentang itu. Sunamlah yang menciptakan rumor bahwa Jungsoo memiliki hubungan dengan Mirae. Rumor itu membuat fans fanatik Jungsoo marah dan melakukan hal-hal yang mengerikan terhadap Mirae. Sunam benar-benar kejam.

Sayang, kita bagaimana ya?

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Sayang,

Aku takut. Sunam benar-benar mengerikan. Kami sudah menandatangani kontrak kami, dan salah satu isinya menyatakan tidak bolehnya kami terlibat hubungan pribadi. Aku harus bagaimana? Bukan aku suka mengumbar hubungan pribadiku, tapi… tapi aku mencintaimu, Sayang.

Aku takut jika Sunam tahu mengenai kita, akan terjadi sesuatu padamu. Aku benar-benar takut.

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku,

Ah, aku harus menelepon Yesung Hyung…

—————————————————————-

 

Kasihku,

Aku bertemu Yesung Hyung dan kami makan malam bersama. Aku sudah mengatakan padanya bahwa aku akan debut. Sayang, aku benar-benar ga enak. Dia sudah jadi seonbae-ku sejak lama. Dan sekarang aku akan lebih dulu melakukan debut.

Seperti biasa, dia tidak memikirkan masalah itu. Justru dia yang duluan teriak menyelamatiku. Perasaanku kacau waktu memikirkannya. Banyak sekali yang kupikirkan akhir-akhir ini.

Pertama, latihan kami semakin padat. Eunhyuk bahkan sempat sakit, tapi terus ditahannya. Aku aja sampai heran, monyet itu bisa sakit. Kedua, aku sekarang sedikit menghormati Sunam, tapi tetap saja aku sebal dan takut padanya. Dia benar-benar berusaha melakukan segalanya untuk debut kami. Dan aku makin takut dia tahu mengenai hubungan kita. Ketiga, aku memikirkan keadaan Yesung hyung. Siapa nanti yang akan mengurus makannya kalau aku sudah terlalu sibuk? Keempat, aku selalu sedih setiap pulang latihan karena teringat ayahku. Entah kenapa aku sering memikirkan ayah akhir-akhir ini.

Kamu tahu, Sayang, di antara semua itu yang membuatku paling terpuruk adalah semakin sedikitnya waktu yang aku punya untuk bertemu denganmu. Aku sangat membutuhkanmu saat ini. Ingin menciummu, menghirup aromamu, membenamkan wajahku dalam lehermu, aku merindukanmu.

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku, Sayangku, Cintaku,

Aku sudah ga tahan lagi. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu. Aku harus bertemu denganmu.

Pengin ketemu. Thank GOD besok hari Sabtu!

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku,

Terima kasih untuk kencannya hari ini. Terima kasih kamu mau menemaniku hari ini. Meskipun 3 hari yang lalu kita juga baru kencan.

Oh, berat sekali untukku menulis ini. Tapi aku harus mengeluarkannya. Kalau tidak aku bisa stres.

Sunam hyung melihat kita berkencan yang kemarin itu. Dia kebetulan berada di taman. Besoknya dia menemuiku dan kami berbicara empat mata. Ya Tuhan, dia memang kejam sekali. pantas banyak orang tidak menyukainya. Dia tidak mengatakannya secara langsung, tapi dia menyiratkan bahwa dia tidak segan-segan menghentikan karirku kalau aku masih terus berhubungan denganmu. Dia pun sambil lalu mengatakan bahwa dia bisa melakukan apa saja untuk menjauhkanmu dariku.

Sayang, Sayang, Sayangku, aku mencintaimu. Kumohon jangan sampai kenapa-napa. Kumohon.

Ini akan berat, tapi aku tidak akan menemuimu hingga beberapa waktu. Aku gemetar memikirkan hal itu, tapi hanya itu yang bisa kulakukan untuk menjauhkanmu dari Sunam brengsek itu.

Kumohon kamu jangan kenapa-kenapa. Tetaplah baik-baik saja sampai saatnya aku menjemputmu.

Terima kasih sudah membiarkanku menciummu sangat lama tadi. Aku butuh tenaga, hehe.

Ya Tuhan, saat ini saja aku sudah sangat merindukanmu.

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku,

Sudah berlalu dua minggu sejak kencan terakhir kita. Aku latihan seperti orang gila hanya supaya aku tidak mengingatmu terus. Eunhyuk mengira aku sangat bersemangat dengan debut kami, sehingga dia pun ikut berlatih dengan sangat bersemangat. Dasar anak itu bodoh.

Haha, tapi aku sangat bersyukur ada dia. Kalau tidak aku akan makin terpuruk sendirian.

Kamu sedang apa, Sayang? Kamu kangen padaku? Maaf, aku bahkan ga sempat sms. Ani, bukan ga sempat. Aku ga mau sms kamu. Sekali saja aku tergoda menghubungimu, aku bisa gila karena menginginkanmu.

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku,

Sudah tiga minggu sejak kita terakhir ketemu. Ya ampun, aku harus menghentikan kebiasaanku menghitung waktu. Dan kebiasaanku membaca ulang semua smsmu.

Ada kabar baru, Sayang. Kami ternyata tidak akan debut hanya berdua. Kami akan menjadi trio. Bisa menebak siapa anggota ketiganya? Oke, aku beri tahu. Dia adalah Mirae. Iya, Mirae yang dulu aku ceritakan. Aku ga yakin tahu apa yang terjadi, tapi meskipun kami bisa merasakan betapa besar kebencian antara Mirae dan Sunam, tapi Sunamlah yang membawa Mirae pada kami. Dua orang itu seperti minyak dan air. Benar-benar tidak bisa disatukan. Mereka sih ga pernah teriak-teriakan atau bertengkar secara terbuka, tapi keduanya ga pernah betah lama-lama dalam satu ruangan.

Aku ga tahu harus bersimpati atau senang dengan adanya Mirae di antara kami. Yang jelas, sejak Mirae bergabung dengan kami, Sunam ga lagi terlalu sering mengontrol kami. Tadi udah kubilang kan, dia dan Mirae itu ga bisa lama-lama berada dalam satu ruangan yang sama. Kalau Sunam mau berlama-lama mengontrol latihan kami, itu artinya dia harus siap menonton kami latihan hanya berdua karena paling lama 10 menit setelah dia masuk, Mirae yang akan keluar.

Tapi satu yang ga berubah. Eh, berubah ding. Jadi makin kuat. Rasa rinduku ke kamu makin besar. Pasti menyenangkan kalau bisa kencan lagi denganmu meskipun hanya untuk tertidur di pangkuanmu selama 30 menit. Keberadaanmu saja sudah jadi segalanya yang aku inginkan.

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Sayang,

Hari ini aku lelah sekali. Kami terus berlatih selama hampir 24 jam. Mirae seperti orang kesetanan.

Donghae.

—————————————————————-

 

Apa yang kamu lakukan, Sayang?! Kenapa kamu ada di tempat tidurku?! Kamu hampir membuatku melahapmu kalau saja Eunhyuk ga menggedor pintuku waktu itu.

Kapan kamu sampai di rumahku? Sejak kapan kamu tertidur di ranjangku? Kenapa waktu aku pulang aku ga nyadar ada orang tidur di tempat tidurku? Dan waktu kamu menciumku di kamar mandi, aku benar-benar jadi gila. Kamu ga tahu, sekali lagi ga tau, seberapa besarnya kangenku padamu. Kamu hampir membuatku jadi pemerkosa.

Untung ada Eunhyuk.

Untung Eunhyuk ga ngeliat kamu!

Aku pasti lelah sekali, sebab aku bisa ketiduran tanpa menyadari ada kamu di sampingku. Padahal aku cuman mau pulang sebentar, berganti baju lalu pergi lagi, ternyata aku malah ketiduran.

Dan aku marah padamu. Sangat marah. Sekarang aku pasti akan selalu teringat kamu setiap pulang ke rumah. Inilah sebabnya aku ga mau kamu datang ke rumahku. Aku pasti akan memiliki kenangan tentang kamu di rumah itu. Padahal rumah itu ga pantes untuk diisi dengan kenangan seindah kamu. Tempat itu hanya tempatku tidur selama ini. Ga pernah jadi rumahku. Tapi sekarang aku ga bisa tinggal di dalamnya tanpa membayangkan kamu juga sedang bersamaku di sana.

Ah, malam ini akan terasa berat untuk pulang ke rumah.

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Cintaku,

Maafkan kebejatanku. Aku terus-menerus membohongimu. Aku masih ga ingin kamu tahu aku hidup di dunia yang seperti apa. Aku ga mau kamu memutuskan untuk menjadi kuat untuk berada di sisiku. Aku ga mau kamu berubah jadi seperti Mirae. Cewek itu sangat kuat. Dan kurasa karena pengalamannya hingga saat ini, dia telah berubah menjadi perempuan yang ga pernah lagi nangis. Aku dan Eunhyuk merasa kasihan padanya.

Sekarang pun aku melarikan diri dari latihan karena aku sedang sangat kacau. Eunhyuk membantuku, dia mengatakan akan menutupi jejakku. Terserahlah nantinya aku mau diapain, tapi saat ini aku ga bisa berkonsentrasi sama sekali.

Setelah memelukmu semalaman tadi malam, aku jadi bertanya-tanya apa yang sebenarnya sedang kulakukan. Kebohonganku padamu membuatku merasa seperti orang paling brengsek di dunia. Yang ga tahu diri dengan jatuh cinta padamu.

Training? Posisi baru di kantor? Apa aku gila? Padahal aku tinggal mengatakannya saja padamu!

Tapi kalau kamu tahu, kamu akan… ah, sudahlah. Aku memang pengecut yang egois.

Yang jelas saat ini aku ga bisa berhenti memikirkan dirimu. Bibirmu, akhirnya aku merasakannya lagi tadi malam. Tubuhmu yang harum, akhirnya aku bisa memeluknya lagi. Ramyeon yang kita makan bersama tadi malam kurasa akan jadi ramyeon favorit di sepanjang hidupku. Apa kamu tahu, waktu kamu menciumku lagi setelah aku membawamu ke tempat tidur, spontan tubuhku mengeras. Aku menginginkanmu lebih dari apapun. Kamu yang selama ini aku rindukan. Cuman kamu.

Eh, kamu malah memelukku dari belakang. Aduh, aku harusnya sudah dapat penghargaan pengendalian diri untuk tindakanku tadi malam.

Ah, aku kangen banget sama kamu. Aku sms kamu aja ah.

—————————————————————-

 

Cinta,

Hari ini aku melihatmu. Aku sedang menuju studio tv untuk mengisi acara, dan aku melihatmu berjalan bersama teman-teman kuliahmu. Kenapa senyummu begitu, Sayang? Kenapa kamu tidak tersenyum lepas seperti kamu biasanya?

Aku berterima kasih padamu. Karena masih mau bersamaku. Setelah kebohonganku, setelah kamu mengetahui kenyataan yang sebenarnya, setelah aku mengatakan bahwa kemungkinan kita bertemu di masa depan sangat kecil, kamu masih mau mendampingiku. Masih menganggap air mataku yang memohonmu untuk tetap bersamaku. Meskipun kita menjalaninya diam-diam, kamu tetap bersamaku. Terima kasih. Kalau cinta itu berwujud, maka aku akan memenuhi kamarmu dengan cintaku. Semua yang aku punya kuserahkan padamu.

Terima kasih, Sayang,
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku,

Hari ini kita bertemu lagi setelah sekian minggu ga ketemu. Aku kangen banget sama kamu, tapi aku malah tertidur sepanjang hari, sementara kamu berseliweran di sekitarku. Mengurusiku. Aku ini memang pacar yang payah.

Begitu bangun, tahu-tahu kamu sudah mau pulang. Padahal aku masih kangen padamu. Tapi aku ga bisa memaksamu karena kamu bilang besok ada kuliah pagi. Tunggulah sebentar ya Sayang. Kalau aku sudah punya daya merubah kontrakku, aku akan segera mengumumkan pada dunia bahwa aku milikmu. Bahwa aku not available lagi.

Saranghe,
Donghae.

—————————————————————-

 

Kasihku,

Siang ini aku berhasil ga tertidur saat bertemu denganmu. Tapi kenapa senyummu lemah sekali? kamu sakit? Kenapa kamu ga mau mengatakannya padaku? Apa aku membuatku marah? Aku salah? Tolong katakan padaku, Sayang. Jangan diam saja dan berusaha tersenyum sementara hatimu sakit. Aku kepikiran tentang kamu.

Oh ya, hari ini aku bertemu Yesung hyung. Kami mengisi acara yang sama. Dia akhirnya debut. Ah, tentu kamu sudah tahu ya. Dia tampak baik-baik saja meskipun kami sudah lama ga makan bersama. Hahaha, apa yang aku harapkan? Tentu saja dia baik-baik saja tanpa aku. Dia itu kan sebenarnya orang yang sangat kuat. Jauh lebih kuat dari siapapun yang aku kenal. Dan sangat hebat. Aku sangat mengaguminya. Dia selamanya akan jadi Hyung-ku.

Dia titip salam untukmu. Ah, bahkan itu pun lupa aku sampaikan untukmu. Aku ga puas-puas menikmati wajahmu. Aku kangen banget sama kamu setelah berminggu-minggu kita ga berkomunikasi.

Bogoshippo. Bogoshippo. Bogoshippo. Bogoshippo. Bogoshippo.
Donghae.

—————————————————————-

 

Kekasihku tercinta,

Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku. Aku ga bisa hidup tanpamu. Aku mohon tahankanlah sebentar lagi. Ku berlutut padamu, terimalah keegoisanku. Aku ga bisa kehilangan kamu. Setiap aku terpuruk, foto-fotomu di HP-ku lah penghiburnya. Kalau aku sedih, sms darimu yang menguatkanku. Saat aku marah, kenangan tentang senyummu menenangkan hatiku.

Terus kenapa hari ini kamu mengatakannya. Aku belum pernah melihatmu secantik hari ini. Kamu tampil fantastis untuk kencan kita. Tapi kenapa wajahmu sangat terluka? Kenapa kata-katamu sangat menyakitkan? “Uri haeyeojoyo,” katamu.

“Naega jalmothesso.” Semuanya memang salahku, tapi aku mohon jangan tinggalkan aku. Kamu ga boleh ninggalin aku. Kalau kamu pergi, siapa lagi yang akan ku khawatirkan? Siapa lagi yang akan mengisi pikiranku? Tolong maafkan kesalahanku. Jangan tinggalkan aku.

Kenapa? kenapa kamu mau putus? Katakan alasannya dan aku akan memperbaiki diri. Aku akan merubah semuanya kalau kamu ga suka semuanya. Hanya untuk bersamamu, aku akan melakukannya. Jangan sakiti aku begini. Aku ga bisa berpikir bahwa di balik semua yang kulakukan, ga ada kamu.

Aku mohon…

Ingin kukatakan semua itu padamu, tapi aku tak bisa. “Aku tak bisa tersenyum lagi di sampingmu,” itu jawabanmu.

Aku pun sadar. Aku yang sudah merampas semua senyummu. Aku yang mengikisnya sedikit demi sedikit. Besarnya cintaku tidak bisa menutupi lukamu. Kamu lelah berhubungan denganku.

Harusnya aku sadar diri. Kamu terlalu baik untukku. Aku ga boleh jadi setan yang seenaknya menguasaimu hanya untuk membuatmu menangis. Karena aku ingin mengoleksi senyummu. Ingin berbagi kebahagiaan denganmu, bukan rasa frustasi.

Aku tak tahu apa nama perasaanku ini. Aku hidup tapi ga terasa demikian. Aku tertawa, tapi kenapa hatiku sangat dingin? Aku bergerak, tapi benarkah demikian? Ini apa namanya? Kamu dimana? Kamu sedang apa? Aku sudah tidak berhak mengetahuinya lagi, kan?

Tanganku tiba-tiba terasa kosong karena kehilangan objek untuk kupeluk. Tetesan air matamu saat meminta putus tadi, membekukan hatiku. Rasanya telingaku ingin ku ganti karena pernyataanmu. Aku ingin berteriak bahwa itu semua salah. Karena aku sangat mencintaimu. Tidak mungkin cintaku yang sedemikian besar akan menyakitimu.

Getaran bibirmu yang menahan tangislah yang menjawab bahwa aku memang menyakitimu. Lebih dalam dari yang pernah kubayangkan. Aku ingin mengatakan bahwa aku tidak sengaja, tapi aku telah melakukannya. Kau sudah terluka. Mungkin kau telah pecah, padahal selama ini aku ingin menjagamu seaman mungkin, tapi ternyata aku salah.

Apakah aku yang membuatmu tambah kurus? Benarkah senyummu sudah tak ada lagi di sana? Kenapa aku tidak bisa mengatakan apa-apa?

Kenapa ketika kamu bangun dari dudukmu, berlalu meninggalkanku, aku tidak mengejarmu? Tidak memohonmu? Oh aku ingat, saat itu aku telah mati. Aku sudah tidak mampu menghadapi kenyataan. Saat itu aku sudah mati.

Kamu separuh jiwaku, aku yakin itu. Tapi kamu harus pergi karena aku telah meremukredamkan perasaanmu. Karena aku telah menghancurkanmu menjadi serpihan. Semuanya salahku.

Maafkan aku. Karena membuatmu mengenalku. Membuatmu mencintaiku. Kemudian membantingmu hingga pecah.

Maafkan aku karena merampas senyummu. Membuatmu lelah. Menghapus cahaya dari matamu.

Maafkan aku.

Maafkan aku.

Maafkan aku karena masih mencintaimu.

Aku mohon, selanjutnya bahagialah. Temukan orang yang jauh lebih baik bagiku. Aku tak yakin hal itu akan berlaku untukku. Aku hanya cowok brengsek yang telah menghancurkan hatimu. Aku tak pantas mendapatkan yang lebih baik.

Tapi aku akan mendoakan kebahagiaanmu. Tersenyumlah sayangku, cintaku, kekasihku.

Karena senyummu memberikan senyum bagi yang lain. Hapuslah memorimu tentang aku karena itu hanya akan membuatmu menderita.

Berbahagialah. Jebal.

Aku akan menyimpan semua surat yang tak pernah ku kirimkan padamu, sebagai pengingat bahwa malaikat sepertimu pernah hadir dalam hidupku. Sebagai penanda bahwa aku pernah diberkahi dengan rasa bahagia memilikimu. Mencintaimu.

Sayangku, aku mencintaimu.
Selalu.
Donghae.

—————————————————————-

 

 

KKEUT

URL: http://wp.me/p1rQNR-e

Iklan